Sejarah
-
Hari Terakhir di Morotai
Tempo 04 Januari 1975. TERUO Nakamura, 57 tahun, sisa prajurit Jepang dari Perang Dunia II, akhirnya berhasil dikeluarkan dari liang persembunyiannya selama 30 tahun di pegunungan Galoka, Morotai.Dia adalah prajurit ketiga dalam tahun tujuhpuluhan ini yang sempat menggemparkan dunia, karena ketahanan mereka untuk tidak menyerah. Pada tahun 1972, Yokoi keluar dari persembunyiannya di Pulau Guam.… Continue reading
-
Penyiaran Teks Proklamasi

Tempo 16 Agustus 1975. Saudara Waidan B. Palenewen di zaman pendudukan Jeang adalah kepala Bagian Radio Kantor Berita Domei di Jakarta.Ia bersama-sama marconis F. Wua adalah orang yang menyelenggarakan penyiaran teks Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 pagi Teks itu diterimanya dari seorang wartawan yang bernama Syachruddin – sekarang almarhum. Berikutt ini adalah kisah penyiaran teks… Continue reading
-
Kenangan Manis, Sebuah Sejarah (KAA 1955)
Tempo 28 April 1979. RUANG pameran Gedung Kebangkitan Nasional di jalan Abdurrachman Saleh, Jakarta, Senin pagi lalu tampak sepi. Hampir tidak ada pengunjung yang menonton Pameran Foto dan Dokumentasi Konperensi Asia-Afrika yang diselenggarakan Panitia Peringatan Tri-Windu Konperensi Asia-Afrika 18-24 April lalu. Kurang dari 200 nama tertulis di buku tamu pameran. Suasana ceramah yang berlangsung di… Continue reading
-
Gedungnya Laris Tapi Turis Kecewa (Gedung KAA Bandung)
Tempo 28 April 1979. BEBERAPA foto, peta dunia dari kayu dan dinding bertuliskan Dasasila Bandung mengisi ruangan berukuran 22 kali 8 meter itu: Ruang Asia-Afrika. Hampir tidak ada bukti lain bahwa gedung Merdeka di Bandung ini pernah menjadi tempat diselenggarakannya Konperensi Asia-Afrika yang termashur itu. Bisa dimengerti bila banyak turis asing yang khusus datang ke… Continue reading
-
Di Sini Proklamator Dimakamkan
Tempo 30 Juni 1979. TAK terasa terlalu panas siang itu, meski matahari kemarau hampir tepat di atas kepala. Di tangga teras makam Bung Karno dari batu pualam warna putih berkilat, Presiden Soeharto dan Nyonya Tien melepas sepatu. Dua tiga langkah lagi sampailah ke makam Proklamator yang lantainya juga dari batu pualam putih, berpagar kaca. Setelah… Continue reading
-
Bung Karno Dan Generasi Saya
Tempo 30 Juni 1979.SEWAKTU saya sekitar tahun 1930-an masih duduk di bangku sekolah menengah kolonial diSurabaya, Bung Karno adalah pahlawan pujaan dalam hati generasi saya.Betapa tidak! Di tengah-tengah suasana kolonial dengan segala macam diskriminasinya, Bung Karno dengan PNI-nya dari Bandung telah membangkitkan semangat nasionalisme, patriotisme, kemerdekaan dan kerakyatan. Memang banyak pemimpin-pemimpin Pergerakan Nasional yang kita… Continue reading
-
Harjowiadi Diundang Ke Jakarta
Tempo 24 Maret 1979. KETIKA Letkol Soeharto datang dengan pasukannya 16 Pebruari 1949 di Bibis, Harjowiadi (69 tahun) menyediakan rumahnya untuk markas. “Ruang depan ini dipakai tidur. Ruang belakang untuk menyimpan barang,” katanya dengan bahasa Indonesia yang lancar. Apa misalnya? “Ada candu, ada senapan dan satu karung uang,” katanya. “Uang ori, bukan uang Belanda,” tambahnya.… Continue reading
-
Garuda Pancasila, Siapa Penciptanya
Tempo 03 Maret 1979. MENURUT guru saya, pencipta Garuda Pancasila adalah Muhammad Yamin. Tapi dalam buku Bung Hatta Menjawab, beliau menyebutkan penciptanya adalah Sultan Hamid Pontianak.Manakah yang benar?” tulis seorang murid sekolah di beberapa koran Jakarta belum lama ini.Ya, siapakah pencipta lambang negara ini? Pada 11 Juli 1945, dalam rapat Panitia Perancang Undang-Undang Dasar dari… Continue reading
-
Tritura, 18 Tahun Kemudian
Tempo 14 Januari 1984. PERINGATAN hari dicetuskannya Tritura (Tri-Tuntutan Rakyat) tahun ini 10 Januari 1984, istimewa. Ribuan pemuda, pelajar, mahasiswa, dan Pramuka memenuhi Istora Senayan. Ada sambutan dari Presiden Soeharto (yang dibacakan). Ada juga sambutan dari pimpinan partai politik dan Golongan Karya. Sebuah pernyataan sikap juga dibacakan: Eksponen 66 menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi… Continue reading
-
Presiden Pertama, 3 Menit
Tempo 28 Januari 1978. BARU kemarin pagi proklamasi diucapkan. Sejumlah anggota bala tentara Jepang masih berjagajaga di beberapa tempat. Beberapa kelompok Kelasykaran Rakyat juga berhimpun di kampung-kampung. Dengan senjata seadanya kalau perlu dengan bambu runcing. Bayi republik belum bisa apa-apa. Tapi pers asing sudah bertanya. siapa yang akan tampil sebagai Kepala Negara. Dan Panitia Persiapan… Continue reading
