Sejarah

  • Timor Portugis: Kemerdekaan adalah…

    Tempo 11 Oktober 1975 BERKOMENTAR tentang masalah Timor Portugis, akhir-akhir ini sebagian dari kita terpancing emosi untuk main “serbu saja”. Secara politik atau militer menguasai daerah dengan penduduk 650.000 jiwa memang mudah. Tetapi tentu saja tindakan ini melanggar prinsip, setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri. Prinsip yang kita pegang teguh sejak kemerdekaan. Memang alasan untuk… Continue reading

  • Rumah dan markas itu …

    Tempo 16 Agustus 1975. DJIAUW Kie Siong lahir tahun 1879 di desa Pisang Sambo kecamatan Sukatani kabupaten Bekasi. Dari tepian Citarum itulah, pada usia 8 tahun ia mengikuti orang tuanya menyeberangi sungai yang suka meluap itu. Cukup beralasan kalau orangtuanya memilih lembah bekas kali yang sudah mati tertimbun tanah yang kemudian disebut Kalimati (kampung Bojong)… Continue reading

  • Menjernihkan Sejarah Proklamasi

    Tempo 16 Agustus 1975. PADA tanggal 17 Agustus 1945, dinihari, di rumah yang sekarang menjadi tempat kediaman Dutabesar Inggeris di Jalan Imam Bonjol 1, Jakarta, Sukarno, Hatta dan Subardjo selesai merumuskan naskah Proklamasi. Sukarno membawa secarik kertas yang mengandung konsep Proklamasi dengan tulisan-tangannya ke serambi depan lalu membacakannya di depan para hadirin. “Marilah, saudara-saudara”, katanya… Continue reading

  • Hari-hari Sekitar Proklamasi

    Tempo 16 Agustus 1975. Tangal 3 Oktober 1943 oleh penguasa Jepang di Jawa dibentuklah Tentara Pembela Tanah Air PETA). Pasal 1 Maklumat pembentukan PETA itu berbunyi, aslinya ejaan doeloe.”Mengingat semangat jang berkobar-kobar oentoek memenuhi keinginan jang sangat besar dari 50 djoeta pendoedoek di djawa jang hendak membela tanah airnja dengan tenaga sendiri maka Bala tentara… Continue reading

  • Kisah Seorang Penculik

    Tempo 16 Agustus 1975.  Ia melaporkan tentang rapat itu kepada Codanco A. Latief I Hendraningrat yang kebetulan sedang dinas piket. Tujuan melapor, karena hendak meminjam fasilitas PETA. Singgih tidak mengungkapkan keperluannya yang sebenarnya dan hanya mengatakan ‘ untuk keperluan rapat-rapat pemuda” meskipun kelak Singgih melaporkan juga kepada Latief apa yang sebenarnya ia lakukan. Bagaimanapun, A.… Continue reading

  • Antara pemuda dan proklamator …

    Tempo 16 Agustus 1975. RUPANYA tidak semua tokoh-okoh Indonesia di Jakarta mengetahui bahwa tangal 14 Agustus 1945 Jepang sudah minta berdamai dengan Sekutu. Juga tidak Sukarno dan Hatta. Mungkin itulah sebabnya, ketika Sutan Syahrir yang rupanya telah mendengar hal itu liwat monitor gelap siaran radio luar-negeri – jam 2 siang keesokan harinya mendatangi Bung Hatta… Continue reading

  • Duel Dalam Badan Pusat Intelijen

    Tempo 8 september 1973. Kesaksian eks waperdam I Subandrio dalam perkara pengadilan militer yang mengadili eks wakil kepala badan pusat intelijen. brigjen pol sugeng sutarto. pengakuan saksi dan tertuduh saling berlawanan.   Saudara Oditur dan saudara Pembela, kalau kami nanti melakukan pemeriksaan setengah berteriak, itu bukan berarti marah, tetapi sekedar oleh karena tertuduh agak kurang… Continue reading

  • Menuliskan Masa Lalu (Angkatan 66)

    Tempo 20 Januari 1973. Sejumlah mantan tokoh pergerakan mahasiswa th 1966 berkumpul. mereka membicarakan kemungkinan penulisan sejarah pergerakan mahasiswa th 1966 yang melawan rezim Sukarno dengan slogan trituranya. SEPULUH orang bekas demonstran berkumpul di Margasiswa jalan Sam Ratulangi, Jakarta, tanggal 10 bulan ini. Tentu tidak perlu dikatakan bahwa mereka kini tidak kumal dan kuruskurus seperti 7… Continue reading

  • PKI di Atas dan di Bawah Tanah

    Tempo 30 september 1972. Ditemukan sejumlah selebaran gerakan pki bawah tanah di pontianak, kalimantan barat. kebanyakan anggotanya keturunan cina. di jawa tengah gerakan serupa tetap ada, pihak keamanan telah mengetahuinya. 7 TAHUN setelah peristiwa G30S/PKI, kekuatiran bahaya laten dari sisa-sisa pengikut golongan terlarang itu – seperti yang banyak diperingatkan oleh berbagai penguasa militer baik di… Continue reading

  • 11 Maret 1966 – 11 Maret 1972 …

    Demonstrasi mahasiswa & gerakan pemuda 1966 dulu dituduh ditunggangi “CIA” & dianggap “kanan”. kini penguasa khawatir, aksi-aksi anak muda dipengaruhi “kiri baru” dari barat. tapi kebenarannya masih diuji. ENAM tahun jang lalu, para mahasiswa jang berdemonstrasi dituduh penguasa “ditunggangi CIA” dan tokoh-tokoh mahasiswa luarnegeri menganggap gerakan pemuda 1966 sebagai “kanan”. Enam tahun kemudian, tjukup terasa kechawatiran… Continue reading