Tokoh
-
Si Pengerek Bendera ProklamasiTelah Tiada

Jakarta, Kompas — Jenazah Brigjen TNI (Purnawirawan) Abdul Latief Hendraningrat dimakamkan di TMP (Taman Makam Pahlawan) Kalibata dengan Inspektur Upacara Menko Kesra Soerono, Selasa siang kemarin. Almarhum tutup usia Senin malam pukul 21.00 dalam umur 72 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Ia dirawat sekitar dua minggu, menderita bronchitis. Almarhum yang lahir… Continue reading
-
Bersama Hatta dan Sjahrir

PADA waktu hujan begitu, air laut justru lebih hangat. Kami yakin tak ada pembesar pelabuhan yang akan keluar mengusir kami karena hari hujan. Ketika hujan berhenti, kami naik ke dermaga mengambil dan mengenakan pakaian. Tahu-tahu ada kapal putih mendekat untuk merapat. Tiba-tiba saja Controleur Kortman, penanggung jawab administrasi daerah Kepulauan Banda, sudah ada di sana… Continue reading
-
Apa Yang Kau Cari, Dipo ?
Tempo 09 Juli 1977. 11 Juli nanti Ali Sadikin berhenti sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan SK Presiden tanggal 15 Juni No. 70 M/1977. Tapi nyaris sebulan sebelumnya. Senin pekan lalu. 2 orang mahasiswa mencalonkannya untuk kursi presiden. Mereka adalah Dipo Alam dan Bambang Sulistomo, masing-masing 7 tahun. Mengenakan kaos oblong bergambar wajah Bang Ali, mereka… Continue reading
-
Kemal Idris, Pengawal Demonstran di Masa Tritura
Tempo 14 Januari 1984. DEMONSTRASI pemuda, pelajar dan mahasiswa di Jakarta pada 1966 mengawali kebangkitan Orde Baru. Setiap saat bisa terjadi bentrokan fisik. Setiap saat korban bisa berjatuhan. Merasa perlu agar korban tidak terlalu banyak yang jatuh di kalangan massa, Brigadir Jenderal Ahmad Kemal Idris, kepala staf Kostrad, ketika itu mengerahkan pasukannya mengawal demonstran KAPPI/KAMI. “Apalagi… Continue reading
-
Selamat Jalan Orang Besar ( Sultan HB IX Wafat )

Kedaulatan Rakyat 8 Oktober 1988. HARI ini Sabtu Wage, Oktober 1988 atau 26 Sapar 1921. Jenazah Sri Sultan Hamengkubuwono IX dimakamkan di makam Imogiri. Orang besar itu telah mening galkan kita untuk selama-lamanya. Seluruh keluarga berduka. Masyarakat Yogya me nundukkan kepala. Bangsa Indonesia kehilangan. Selamat jalan orang besar. Tidak seorangpun dari kita yang mengingkari bahwa… Continue reading
-
Meninggal Dunia, Soegondo Djojopoespito
Tempo 06 Mei 1978. SOEGONDO Djojopoespito, 74 tahun, telah berpulang Minggu 23 April yang lalu. Almarhum adalah Ketua Kongres Pemuda 1928, kongres yang berhasil mengeluarkan motto Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman keluarga Taman Siswa, Celeban, Yogya. Beberapa bulan yang lalu, almarhum pernah mengeluarkan kritiknya atas perilaku pemuda sekarang. Yaitu… Continue reading
-
Hamengku Buwono Ke IX Memberi …
Tempo 01 April 1978. TIDAK bersedianya Sri Sultan Hamengkubuwono IX dicalonkan kembali sebagai Wakil Presiden, banyak mengundang tanda tanya. Betulkah ia mundur hanya sekedar kesehatan matanya? Dan kalimat yang menyatakan “saya merasa cukup mampu dan karena itu tetap bersedia, apabila dikehendaki, untuk membantu dalam kelanjutan usaha pembangunan nasional di negara kita,” apakah itu berarti mundur… Continue reading
-
Perampok Bertampang Banci (Johny Indo)
Tempo 05 Mei 1979. Johanes Hubertus Eijenboom (27 tahun) seorang yang tampan. Lagak lagunya lembut. Sedikit pun tak mencerminkan keberanian untuk berbuat sesuatu yang keras. Bahkan untuk model iklan rokok pun, menurut pimpinan biro iklan Intervista yang membayarnya untuk itu, ia tak cukup jantan. “Dia kebanci-bancian,” kata orang biro iklan tadi. Johny Indo — begitu… Continue reading
-
Bung Karno lagi Menilai Bung Karno, Setelah Blitar
Tempo 30 Juni 1979. Edi, 20 tahun, dari udik di Subang, mengenal Bung Karno hanya dari cerita orang-orang tua. Juga Jaka Budi, 17 tahun, murid SMA di Jakarta dan anak seorang panglima Kodam, hanya tahu Bung Karno dari teman-temannya, yang ikut grup musik Swara Mahardhika pimpinan Guruh Sukarno. Bila Edi menyangka Bung Karno adalah “orang… Continue reading
-
Di Sini Proklamator Dimakamkan
Tempo 30 Juni 1979. TAK terasa terlalu panas siang itu, meski matahari kemarau hampir tepat di atas kepala. Di tangga teras makam Bung Karno dari batu pualam warna putih berkilat, Presiden Soeharto dan Nyonya Tien melepas sepatu. Dua tiga langkah lagi sampailah ke makam Proklamator yang lantainya juga dari batu pualam putih, berpagar kaca. Setelah… Continue reading
