Sejarah
-
Si Pengerek Bendera ProklamasiTelah Tiada

Jakarta, Kompas — Jenazah Brigjen TNI (Purnawirawan) Abdul Latief Hendraningrat dimakamkan di TMP (Taman Makam Pahlawan) Kalibata dengan Inspektur Upacara Menko Kesra Soerono, Selasa siang kemarin. Almarhum tutup usia Senin malam pukul 21.00 dalam umur 72 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Ia dirawat sekitar dua minggu, menderita bronchitis. Almarhum yang lahir… Continue reading
-
Mengungkapkan Fakta Sejarah di Sekitar Proklamasi

Jakarta. Berangkat dari sebuah fakta sejarah, almarhum tokoh Angkatan Laut Jepang, Laksamana Maeda, dalam suatu pertemuan (15 tahun yang lalu), mengisahkan kembali suasana di rumah bekas kediaman pribadinya pada saat-saat menjelang Proklamasi Republik Indonesia. Dalam pertemuan yang berlangsung di rumah Mr. Subardjo, Jl. Cikini Raya 82, Jakarta, Maeda menyampaikan kisahnya dalam bahasa Jepang yang kemudian… Continue reading
-
Bersama Hatta dan Sjahrir

PADA waktu hujan begitu, air laut justru lebih hangat. Kami yakin tak ada pembesar pelabuhan yang akan keluar mengusir kami karena hari hujan. Ketika hujan berhenti, kami naik ke dermaga mengambil dan mengenakan pakaian. Tahu-tahu ada kapal putih mendekat untuk merapat. Tiba-tiba saja Controleur Kortman, penanggung jawab administrasi daerah Kepulauan Banda, sudah ada di sana… Continue reading
-
Kemal Idris, Pengawal Demonstran di Masa Tritura
Tempo 14 Januari 1984. DEMONSTRASI pemuda, pelajar dan mahasiswa di Jakarta pada 1966 mengawali kebangkitan Orde Baru. Setiap saat bisa terjadi bentrokan fisik. Setiap saat korban bisa berjatuhan. Merasa perlu agar korban tidak terlalu banyak yang jatuh di kalangan massa, Brigadir Jenderal Ahmad Kemal Idris, kepala staf Kostrad, ketika itu mengerahkan pasukannya mengawal demonstran KAPPI/KAMI. “Apalagi… Continue reading
-
Sarwono Bilang Tidak, Gafur Juga (Tentang TRITURA)
Tempo 14 Januari 1984. TATKALA menerima Panitia Gabungan Peringatan 1 Tahun Tntura di Gedun DPA pekan lalu, wakil ketua DPA Ali Moertopo antara lain menyarankan agar Angkatan 66 dilembagakan. “Apabila dalam peringatan 10 Januari mendatang ada pernyataan tentang pelembagaan Angkatan 66, itu sangat tepat. Angkatan 45 juga mempunyai dewan harian, kenapa Angkatan 66 tidak boleh?,”… Continue reading
-
Bung Tomo Mundur
Tempo 20 Desember 1975. KEPADA Indonesi Times Bung Tomo msnyampaikan pengumuman yang paling berharga bulan ini: “Saya ingin menyatakan kepada para wartawan bahwa inilah wawancara saya yang terakhir mengenai 10 Nopember”. Sikap Bung Tomo ketika itu sudah ogahan, kata koran itu. Dia merasa bahwa peranannya dalam Revolusi cuma kecil saja. Nah, jadi mulai sekarang para… Continue reading
-
“Inggris, Jangan Mendarat!”
Tempo 08 November 1975. RAKYAT Surabaya, dipelopori oleh Badan Keamanan Rakyat, pimpinan Dr. Mustopo bekas Daidanco Gresik, berhasil melucuti Jepang. Gedung-gedung dan mobil-mobil ditulisi “Milik RI”. “Senjata-senjata Pun kita bagikan begitu saja. Anak belasan tahun membawa senjata. Panser dan tank-tank pun menderu-deru keluar masuk kampung dikendarai oleh supir-supir mobil atau truk”, tutur Prof. Dr. Mustopo mingu… Continue reading
-
Padamu Pahlawan tak Seorang Berniat Pulang, Tidur
HAWA sangat dingin menyusup tulang. Diselubungi gelap gulita, saya duduk dalam sebuah kereta api amunisi yang menembus malam menuju ke Wonokromo…. ajar mulai menyingsing. Sepur terus menderu dalam gerimis. Muka prajurit-prajurit duduk di dekat saya yang menjadi pengantar dinamit untuk pahlawan-pahlawan Surabaya pucat lesi kelihatannya. Barangkali kurang tidur… Malam hari di dekat garis pertempuran. Mortir… Continue reading
-
Potret 10 Nopember 1945

Tempo 08 November 1975. 10 NOPEMBER 45 adalah peristiwa besar yang membutuhkan reportase besar pula seandainya waktu itu keadaan pers kita telah memadai. Sayang, reportase lengkap tentang itu tak pernah ada. Maklumlah, siapa yang sempat dalam keadaan demikian? Bersyukur kita bahwa ada potret-potret, kini tersimpan di Ipphos meski tak lengkap, dari rentetan pertempuran heroik itu.… Continue reading
-
Pidato Lengkap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno Tanggal 17 Agustus 1945
Selama ini masyarakat hanya mengenal teks proklamasi yang dibacakan Soekarno secara singkat pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 di kediamannya, Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta. Padahal ketika menyatakan proklamasi, Soekarno yang didampingi Mohammad Hatta juga berpidato. Berikut ini pidato lengkap Soekarno ketika memproklamasikan kemerdekaan atas nama bangsa Indonesia, sebagaimana dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia… Continue reading
