Musibah

  • Tim MAPALA UI Alami Musibah

    Kompas – kamis, 25 mar 1992 . Tim Ekspedisi Puncak Tujuh Benua Universitas Indonesia ke Puncak Aconcagua (6.960 meter) mengalami musibah. Berita terakhir dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Cile menyampaikan hari Minggu (22/3) telah menerima telepon dari Puenta del Inca, kota terakhir di Argentina sebelum Puncak Aconcagua di Pegunungan Andes Amerika Selatan, dua orang anggota… Continue reading

  • 17 Menit 8 Nyawa Malayang: Apa … 17

    Tempo 18 Juni 1977. MENJELANG jam 5 pagi, suasana di sekitar kereta api Intercity yang dibajak teroris-teroris RMS di desa Glimmen, Belanda Utara masih senyap. Mendadak sontak, tepat lima menit sebelum pukul lima raungan delapan pesawat pemburu pancargas Starfighter milik AU Kerajaan Belanda – yang menyambar serendah pohon cemara mengoyak keheningan dan kegelapan di sana.… Continue reading

  • Hari Terakhir di Morotai

    Tempo 04 Januari 1975. TERUO Nakamura, 57 tahun, sisa prajurit Jepang dari Perang Dunia II, akhirnya berhasil dikeluarkan dari liang persembunyiannya selama 30 tahun di pegunungan Galoka, Morotai.Dia adalah prajurit ketiga dalam tahun tujuhpuluhan ini yang sempat menggemparkan dunia, karena ketahanan mereka untuk tidak menyerah. Pada tahun 1972, Yokoi keluar dari persembunyiannya di Pulau Guam.… Continue reading

  • Bencana Kedua Di Kolombo (Jemaah Haji Indonesia)

    Tempo 25 November 1978. CUACA buruk, Rabu malam pekan lalu, menyelimuti bandar udara antar bangsa Kutanayake, 25 km dari Kolombo, ibukota negeri pulau Srilangka. Hujan lebat dan badai. Laju angin utara 11,4 km perjam dan lembab udara mencapai 100%, lampu-lampu landasan pun padam, hingga jarak pandang cuma mencapai 6 km. Menurut petugas meteorologi bandarudara, dalam cuaca… Continue reading

  • Hobi Buas. Jangan Panik Ya ! (Citarum Rally 1977)

    Tempo 11 Juni 1977. 7 APRIL 1975, Citarum tiba-tiba menjadi buas. Gelombang besar sungai yang penuh legenda itu segera menerkam satu-satu dari ke 29 perahu karet peserta Citarum Rally I yang baru lepas dari garis start. Beberapa perahu jenis Mark 10 yang berawak enam orang itu terlempar. Bahkan ada yang terbalik dan rnengurung penumpangnya di… Continue reading

  • Mencari, Menanti, Mencari …(Peristiwa Tinombala)

    Tempo. 16 April 1977. KOTA Palu masih gelap. Bukit-bukit dan lereng yang mengitari lebih dari seperdua ibukota Propinsi Sulawesi Tengah ini diliputi kabut tebal. Tapi tak lama kemudian matahari mulai menusuk celah-celah bukit itu. Dan waktu itulah, ketika jam setempat menunjukkan pukul 05.45 hari Jum’at 1 April 1977, sebuah pesawat Twin Otter milik Merpati meninggalkan landasan… Continue reading

  • Gempa itu memang parah

    Tempo 31 Juli 1976. GEMPA bumi di Irian Jaya telah menewaskan lebih dari 400 orang di samping paling sedikit 5000 orang yang hilang tertimbun runtuhan. luga penyakit berjangkit. Terjadi di Kawasan pegunungan Jayawijaya akhir bulan lalu gempa bumi itu menimpa wilayah 150 x 50 km persegi dan sekitar 90 x 32 km persegi di antaranya… Continue reading

  • Hilang Di Puncak Adam (Kecelakaan Pesawat Haji)

    Tempo 14 Desember 1974. LIMABELAS menit lagi DC-8 Martin air yang dikemudikan kapten penerbang Lamme yang 58 tahun dan berkacamata itu mendarat di lapangan terbang Bandaranaike. Terbang malam di atas pebukitan Tajuh Perawan di jantung negeri Srilangka, pesawat itu menerima clearence untuk turun dari ketinggian 8000 menjadi 2000 kaki. Di bawah pesawat itu menganga medan… Continue reading

  • SAR Untuk SAR

    Tempo 08 Juni 1974. KERANGKA pesawat TNI-AU Grumman Albatros bernomor PB. 511 yang jatuh Minggu siang tanggal 26 Mei yang lalu di Sulawesi Tengah sudah ditemukan dari udara oleh Team SARAURI yang menggunakan pesawat Hercules sejak Selasa petang tanggal 28 Mei.Tapi sampai hari Sabtu pekan lalu, team SAR-AURI yang dipimpin oleh kapten udara Don Haryono… Continue reading

  • “Baa…baak” Selanjutnya Senyap

    Tempo 04 Mei 1974  BA …. Baak …. ” selanjutnya senyap. Itulah suara terakhir kapten pilot Donald B. Zinke pengemudi pesawat Pan Am Boeing 707 yang sempat direkam oleh I Wayan Nuastha, 24 tahun, petugas dinas malam menara kontrol lapangan udara internasional Ngurah Rai, Denpasar. Barangkali ia akan mengucap “Bali Tower, Bali Tower” — melanjutkan… Continue reading