Olah Raga
-
Perjalanan hidup dan karier Tadashi Maeda (Laksamana Maeda)

1. Kelahiran & Pendidikan 2. Awal Karier Militer 3. Penugasan Intelijen & Diplomasi 4. Bertugas di Indonesia 5. Peran Penting dalam Kemerdekaan Indonesia (1945) 6. Setelah Kekalahan Jepang 7. Masa Akhir Hidup 8. Wafat Kesimpulan Singkat Tadashi Maeda adalah contoh unik seorang perwira Jepang yang, di tengah situasi penjajahan, justru berperan sebagai fasilitator kemerdekaan Indonesia.… Continue reading
-
Voetbal is Oorlog di Stadion Sidolig Bandung
Tak perlu jauh-jauh ke Amerika Selatan untuk mempelajari arti “voetbal is oorlog” yang membuat Honduras dan El Salvador berperang, cukup tengok hal yang menggemparkan masyarakat Kota Bandung pada tanggal 17 Desember 1950. Saat di mana lima orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat baku tembak antara Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI, cikal bakal TNI) dan… Continue reading
-
Indonesia Juara, Pukul Cina 2-0 ( Piala Pelajar Asia 1994 )
KOMPAS edisi Senin 31 Oktober 1994 . Kesebelasan pelajar Indonesia berhasil menjuarai Kejuaraan Sepak Bola Pelajar se-Asia ke-23, setelah hari Minggu (30/10) di Stadion Utama Senayan, mengalahkan Cina 2-0 (1-0). Sebelumnya, Korsel tampil sebagai juara ketiga, setelah menundukkan Thailand 5-2 (3-0). Sejak menit pertama wasit Widianto Nugroho (Indonesia) meniup peluit, anak-anak Diklat Sepak bola Depdikbud… Continue reading
-
Gara-Gara Sepatu Pinjaman ?
Tempo 14 Mei 1977. DI kamar pakaian stadion bulutangkis Wembley. London akhir Maret lalu, Liem Swie King yang baru saja dikalahkan oleh finalis All England asal Denmark, Fleming Delfs tampak dirundung kesedihan yang dalam. Tekadnya untuk mengikuti jejak Hendra Kartanegara (d/h Tan You Hok) dan Rudy Hartono gagal, sudall.”(agal di sini (maksudnya: di All England)… Continue reading
-
Fanatisme Baru
Tempo 23 Maret 1974. “INI PSSI kok ada-ada saja, pertandingan lah pakai regu”, komentar seorang pembeli karcis yang antri di depan loket Stadion Utama menafsir istilah regional dengan jalan fikiran sendiri. Dan memang tak banyak orang yang mengerti akan ungkapan baru itu karena selama ini PSSI membagi diri dalam wilayah-wilayah. “Itu hanya sebagai pengecualian saja”,… Continue reading
-
Tinggal Mencari Mutu ( Marah Halim Cup 1974 )
Tempo 13 April 1974. DARI Medan sementara ini tidak banyak yang dapat dikabarkan nmengenai nasib turnamen Marah Halim Cup ke-3 yang dimulai 18 Maret dan berakhir pada 5 April ini. Dugaan cara membukanya seperti pada tahun lalu yang bertele-tele, rupanya diulang lagi. Bukan hanya bagi penonton Medan, tapi bagi tamu-tamu asing yang ingin menyaksikan pertandingan… Continue reading
-
Tim MAPALA UI Alami Musibah
Kompas – kamis, 25 mar 1992 . Tim Ekspedisi Puncak Tujuh Benua Universitas Indonesia ke Puncak Aconcagua (6.960 meter) mengalami musibah. Berita terakhir dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Cile menyampaikan hari Minggu (22/3) telah menerima telepon dari Puenta del Inca, kota terakhir di Argentina sebelum Puncak Aconcagua di Pegunungan Andes Amerika Selatan, dua orang anggota… Continue reading
-
Wawancara Dengan Bardosono, Ketua PSSI
Tempo 15 November 1975. BARDOSONO Ketua Umum PSSI kini menghadapi sebuah “trio” yang lain. Dulu “Trio Plus”, saingannya dalam Kongres yang dengan sekali gebrak bisa dikalahkannya. Kini “Trio SPP”: Sutjipto Danukusumo, Kamaruddin Panggabean dan Hans Pandelaki. Ke-3 pengurus teras PSSI ini mengundurkan diri sebagai protes. Peraturan Pertandingan (PP) PSSI yang dirumuskan dalam Kongres : Khusus di Medan… Continue reading
-
Minggu-Minggu Tenang ( PSSI Pre Olimpik 1976)
Tempo 07 Februari 1976. SELEPAS pertandingan percobaan di Bangka pekan lalu, terbetik berita bahwa Coerver telah menyaring ke- 20 pemain team Pra- olimpik Indonesia. Mereka adalah Ronny Pasla, Taufik lubis, Sutan Harhara, Oyong Liza, Lukman Santoso , Johanes Auri, Nobon, Suaeb Rizal, Burhanuddin, Harry Muryanto, Suhatman, Sofyan Hadi, Junaedi Abdillah, Anjas Asmara, Iswadi, Waskito, Risdianto, Andi… Continue reading
-
Ulah Coerver Dan Team Manager
Tempo 27 Desember 1975 macam apa Wiel Coerver ini? Di negeri Belanda bekas Coach “Feyenoord” ini terkenal sebagai orang yang suka membela kepentingan pemain. Sehingga pernah dia berkonfrontasi dengan pengurus sebuah perkumpulan. Ketika pertanyaan yang kurang ramah itu diajukan padanya, dia coba mengelak. “Tidak benar. Saya justru ingin menjalin hubungan baik antara pemain dan pengurus”,… Continue reading
