Politik Militer
-
Musibah bagi Golongan Menengah (Peristiwa MALARI 74)
Tempo 26 Januari 1974. 15 januari 1974 terjadi demonstrasi mahasiswa yang tidak senang modal & tingkah laku pengusaha Jepang di Indonesia. Diikuti huru-hara yang didalangi eks tokoh PSI & ditunggangi eks Masyumi. (nas) DI tengah suasana masih tegang dan belum menentu, sekitar jam 16.30 hari Rabu 16 Januari minggu lalu gubernur Ali Sadikin muncul di kampus… Continue reading
-
Gelombang Penangkapan Baru
Tempo 27 Oktober 1973. Penangkapan terhadap tokoh-tokoh angkatan muda Siliwangi (AMS) terus berlanjut karena berkaitan dengan peristiwa 5 Agustus di Bandung. Beberapa perwira kodam VI Siliwangi disinyalir terlibat G30S/PKI. BARANGKALI benar juga sisa-sisa PKI yang mendalangi peristiwa 5 Agustus di Bandung, seperti pernah dilaporkan Men Hankam Jenderal Panggabean di hadapan DPR. Setidak-tidaknya inilah pula… Continue reading
-
Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dilantik menjadi Presiden RI untuk periode kedua, 2009 – 2014, pada 20 Oktober 2009. Bersama Wakil Presiden Boediono, Presiden SBY diambil sumpahnya dalam Sidang Paripurna MPR-RI. Sehari kemudian, 21 Oktober 2009, Presiden SBY mengumumkan daftar anggota kabinet baru yang dinamai `Kabinet Indonesia Bersatu II`. Sesuai ketentuan UU No.39 Tahun 2008 tentang… Continue reading
-
Cetusan Bukan Dari Subchan
Tempo 24 Februari 1973. Susunan dpp partai persatuan pembangunan mendapat kritik, karena dianggap tanpa proses musyawarah. cetusan itu berasal dari imron rosyadi terutama terhadap pimpinan partai, idham chalid. ADA pula yang terjadi dalam diri Partai Persatuan Pembangunan hasil fusi eks-parpol-parpol Islam itu? Hanya beberapa hari setelah DPP Partai Persatuan rnelapor pada Presiden Soeharto dan… Continue reading
-
Kontingen Perdamaian Ke Vietnam
Tempo 3 Februari 1973. Kontingen Indonesia untuk Komisi Pengawas Internasional tiba di Vietnam. Bertugas mengefektifkan perse tujuan-persetujuan yang ditandatangani di Paris. Di pimpin oleh Letjen HR Dharsono dan Brigjen Wiyogo. MENEMPUH waktu penerbangan 4« jam, rombongan pertama dan kedua Garuda IV, kontingen Indonesia untuk Komisi Pengawas Internasional di Vietnam, telah tiba di Saigon hari Minggu… Continue reading
-
Sinyalemen 2 Jenderal
Tempo 20 Januari 1973. Pangdam XII/Tanjungpura, Brigjen Sumadi, mensinyalir adanya sisa pasukan gerilya Kalimantan Utara yang masuk ke Jakarta. di Jawa Tengah juga dikabarkan adanya penyelundupan senjata. DUA orang jenderal menumumkan sinyalemen mereka di awal tahun ini. Dan karena pembesar militer itu kebetulan panglima daerah militer (Pangdam) masuk akal jika sinyalemennya mendapat perhatian. Maka berkatalah… Continue reading
-
PDI: Maka Selesailah Sudah
Tempo 20 Januari 1973. Kelima partai PNI, IPKI, Parkindo, Partai Katolik, dan Murba mengadakan fusi menjadi Partai Demokrasi Indonesia. partai yang terdiri dari beraneka latar belakang itu diharap menjadi partai yang kuat. RABU Wage 10 Januari, pimpinan kelima partai kelompok Demokrasi Pembangunan (PNI, IPKI PARKINDO, Partai Katolik, MURBA j bertemu dalam suatu ruang berukuran… Continue reading
-
Wajib Gabung Bagi Partai Politik
Tempo 23 Desember 1972. Persatuan Pembangunan (PP) terdiri dari NU, PSII, Parmusi dan Demokrasi Pembangunan (DP) termasuk PNI, IPKI, Parkindo, dll harus segera melakukan fusi. pemilu 76 hanya ditetapkan 2 Parpol & Golkar. SEPERTI mengidap penyakit bengek, sesak nafas mulai menyerang parpol-parpol semenjak menjelang pemilu tahun lalu. Ketika itu hampir dengan licinnya Golkar menggunduli… Continue reading
-
Dari Januari Kelabu Ke Desember …
Tempo 30 Desember 1972. Berita-berita penting selama th 1972. Konflik pemuda dengan pemerintah. Segolongan kecil intelektuil dituduh hendak menguasai negara. Diskusi tentang pewarisan nilai. Golkar khawatir kehilangan simpati. TAHUN 1972 bagi Indonesia agak nya bukanlah tahun yang santai. Di tengah masih sibuknya pembangunan yang harus berjalan serta berhasilnya Presiden mengadakan lawatan ke luar negeri sampai… Continue reading
-
Jenderal Banyak Bekas (A.H. Nasution)
Tempo 18 Nopember 1972. Karir A.H. Nasution di ABRI. Ia peletak fondasi yang kokoh bagi TNI, yang dipakai lalu disingkirkan oleh Sukarno. Tugas Nasution di MPRD telah selesai. Ia banyak menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Tanggal 30 September malam ia masih terlihat muncul di layar TV RI. Mengucapkan pidato sehubungan dengan terjadinya G30S/PKI yang nyaris menewaskan… Continue reading
