Politik Militer
-
“Kami Harus Bertanggung Jawab”Wawancara Kolonel A. Latief:
Tempo 6 Oktober 1998. Jeruji penjara sudah menjadi kawan akrabnya. Abdul Latief, dalam usianya yang 72 tahun, jalannya tertatih akibat luka tembak di kakinya, bibir bergetar karena stroke, dan bicaranya terbata-bata. Namun, dia tak pernah mengeluh. Padahal, hidup Latief memang sebagian besar dilewatkan di dalam penjara. Ia ditahan di penjara Salemba sejak 1966, tetapi vonis… Continue reading
-
300 dari 500
Tempo 09 Februari 1974. SUDAH dapat dipastikan pada akhirnya pelaku-pelaku penting peristiwa 15 Januari akan dihadapkan ke sidang pengadilan Dari jumlah 500 orang yang telah ditahan, ada sekitar 300 orang di antaranya yang menurut sumber-sumber PAB sedang dalam proses pemeriksaan untuk dikirim ke meja pengadilan. Mereka ini terdiri dari berbagai golongan, seperti mahasiswa, pelajar dan… Continue reading
-
Presiden Adalah Pangkopkamtib…
Tempo 2 Februari 1974 Soeharto mengadakan 3 rangkaian pertemuan yang menghasilkan keputusan: presiden sebagai Pangkopkamtib, presiden minta tanggapan & saran dalam menghadapi repelita II, melantik ka Bakin baru. (nas) HARI Senin ini Presiden Soeharto mengadakan tiga rangkaian pertemuan. Pertama dengan Menteri Hankam Jenderal Panggabean, Jenderal Soemitro dan Laksamana Sudomo. Dengan disertai Wakil Presiden Hamengkubuwono, pertemuan itu… Continue reading
-
Katakanlah Dengan Senyum
Tempo 19 Januari 1974. Para pimpinan mahasiswa berdialog dengan presiden. Ada diantaranya yang tidak puas karena apa yang diucapkan presiden tidak sama dengan kenyataan. Presiden menyatakan bahwa semua itu menjadi tanggungjawabnya.(nas) BENAR juga, tak banyak yang luar biasa dalam dialog antara Presiden Soeharto dengan para pimpinan mahasiswa hari Jumat lalu. Di satu fihak para mahasiswa… Continue reading
-
Dimulai: “Spion Melayu”
Tempo 30 November 1974. KALAU tersebut istilah “spion Melayu”, tak berarti peradilan Hariman yang memasuki sidang ke-50 itu tidak sungguh-sungguh. Sebutan itu malah jadi kunci bagi bagian pleidoi 150 halaman itu untuk mengatakan bahwa ada empat hal yang dipertaruhkan dalam kasus Ketua DMUI ini. Sebab, demikian Tasrif yang pada gilirannya membacakan pleidoi itu, “spion-spion Melayu”… Continue reading
-
Orang Tahanan: Bisa Lebih Sehat ?
Tempo 7 Januari 1978. DARI 10.000 tahanan politik G.30. S/PKI yang dibebaskan tanggal 20 Desember yang lalu, seorang telah meninggal dunia karena serangan jantung. Sudiono, demikian nama tapol itu menurut teman-temannya memang menderita sakit jantung. Pada tanggal 27 Desember pagi mendadak dia meninggal karena kegembiraannya untuk berjumpa kembali dengan keluarga begitu kapal yany membawanya dari… Continue reading
-
Semua Berniat Pulang
Tempo 07 Januari 1978 TEPAT di hari Natal, Minggu pagi 25 Desember pekan kemarin, 2 kapal LST Teluk Tomini dan Teluk Langsa merapat di bandar Gapura Surya, Tanjung Perak, Surabaya. Di geladag tampak beberapa bungkusan, gulungan tikar, genangan air dan minyak. Di dek, di bawah tenda darurat dari terpal, sejumlah bekas tahanan duduk dengan raut… Continue reading
-
Setelah Dili, Pepera
Tempo 13 Desember 1975.PROKLAMASI kemerdekaan Timor Timur oleh Fretilin ternyata hanya 10 hari umurnya. Hari Minggu 7 Desember, matahari tegak terpancang di atas alun-alun kota Dili ketika pasukan rakyat Timor yang anti-Fretilin menyerbu masuk ke bekas ibukota koloni Portugis. Mereka dibantu oleh sukarelawan-sukarelawan Indonesia, yang menurut keterangan pemerintah Indonesia sudah “sulit ditahan untuk melindungi para penungsi… Continue reading
-
Kasus sawito: Kekacauan Macam Apa ?
Tempo 23 Oktober 1976. Mengagetkan sekali Pengumuman Pemerintah 22 September 1976 tentang beberapa dokumen yang berisi penilaian atas kepemimpinan Presiden Soeharto yang dianggap telah gagal dan keadaan dewasa ini di Indonesia. Terlalu cepat bila Sawito menginginkan Soeharto meletakkan jabatan yang bukan pada waktunya. Apakah ia berhak untuk hal semacam itu? Kekacauan macam apa yang diinginkan… Continue reading
-
Apa Yang Sudah Dilakukan? ( RMS )
Tempo 18 Juni 1977. SETIAP kali ada aksi “RMS”, pertanyaan terlantun: apa yang kurang dilakukan buat memperbaiki keadaan mereka? Di bawah ini laporan pembantu TEMPO Jusfiq Hadjar tentang tindakan pemerintah Belanda dan Indonesia ke arah itu: Bagi pemerintah Indonesia persoalannya jelas: persoalan orang Maluku Selatan di Negeri Belanda adalah persoalan dalam negeri Belanda. Hanya pemerintah… Continue reading
