Politik Militer
-
Jakarta Seusai “Lengser Keprabon”
KOMPAS, Jumat, 22 Mei 1998. Jakarta, Kompas. Pergantian presiden tampaknya tak terlalu menjadi perhatian warga di seputar Jakarta. Tidak terlihat adanya luapan kegembiraan berlebihan atau konvoi-konvoi warga berkeliling kota menyambut presiden baru. Tampaknya warga tidak begitu peduli akan peristiwa besar itu. Di seluruh penjuru kota, suasana tampak normal. Walau hari libur, lalu lintas kendaraan cukup ramai, seperti… Continue reading
-
Percikan-Percikan Persaingan (Pemilu 1977)
Tempo 09 April 1977. BERSAING itu memang sehat. Dan di Jakarta persaingan antara kontestan pemilu itu masih dianggap “cukup baik” oleh Gubernur Ali Sadikin Akhir Maret kemarin, tak kurang dari 4 pejabat tinggi negeri ini menyampaikan penilaian mereka. Waka Bakin Ali Murtopo merasa gembira kampanye berjalan seperti sekarang. Ia menganggap wajar kalau timbul sedikit insiden.… Continue reading
-
Antara Harapan, Keyakinan & Bayaran (Pemilu 1977)
Tempo 09 April 1977. ADA penyanyi dan pelawak yang untuk Golkar, ada yang untuk PPP. Ada juga yang dikabarkan kampanye untuk PDI – misalnya Surya Grup meskipun tidak bisa dipastikan kebenarannya. Berita yang tidak pasti macam itu termasuk hal yang membingungkan dalam masa kampanye ini. Supaya soalnya jelas, di bawah ini kami bawa pembaca menemui… Continue reading
-
“Apa Sih Kekuatan Oma Irama ?” (Pemilu 1977)
Tempo 09 April 1977. BERBEDA dengan waktu pemilu 1971, dalam pemilu tahun ini Golkar tak mengerahkan artis secara besarbesaran. “Kami tak lagi menggunakan sistim pengerahan artis Safari model 1971”, tutur drs. Moerdopo, bendahara DPP Golkar kepada TEMPO pekan lalu. Kurang biaya? “Bukan. Soal dana, kita kan golongan besar, banyak punya sponsor”, ujarnya. Mungkin betul. Tapi… Continue reading
-
Kemarin ‘kan Bulan Nopember Jadi … (Perpecahan PDI)
Tempo 02 Desember 1978. NOPEMBER, tampaknya merupakan ‘bulan pecah’ bagi PDI. Jum’at 2 Nopember 1977, Achmad Sukarmadidiaja ‘memprakarsai’ reshuffle DPP PDI. Sanusi Hardjadinata dan Usep Ranawidjaja diganti oleh Mh. Isnaeni dan Sunawar Sukowati sebagai ketua umum dan ketua. Tapi waktu itu baik kelompok Sanusi-Usep maupun Isnaeni-Sunawar, jalan terus. Dan acara tudin-menuding juga jalan terus. Tapi Jum’at… Continue reading
-
Baret Merah, Di Hari Yang Menentukan..
Tempo 07 Oktober 1978. MELETUSNYA “Gerakan 30 September” 13 tahun lalu, penculikan dan pembantaian 7 jenderal dan kisah penumpasan pemberontakan PKI itu, sudah banyak dituiis dan sering diceritakan. Salah satu pelaku penting jam-jam itu ialah Komandan RPKAD yang ketika itu Kol. Sarwo Edhie Wibowo. Pekan lalu Susanto Pudjomartono dan Budiman S. Hartoyo mewawancarai Sarwo Edhie,… Continue reading
-
Minggu Ini Akan Mulai Masa Baru (Adam Malik Wakil Presiden)
Tempo 01 April 1978. KAMIS 23 Maret jam 19.50 Wakil Ketua DPR/MPR Mashuri mengetokkan palu pimpinan Maka berakhirlah sudah SU MPR 1978 setelah 13 hari penuh bersidang. Wapres terpilih Adam Malik mempersiiakan Sultan Hamengkubuwono untuk berjalan lebih dulu. Sultan menolak. Ia kemudian merangkul Adam Malik dan mempersilakan Wapres yang baru untuk berjalan di mukanya. Di… Continue reading
-
Sandera Dan Sindroma Stockholm (RMS )
Tempo 25 Maret 1978. 3 Maret yang baru lalu gerombolan RMS beraksi kembali dan menyandera 70 orang di kantor gubernuran Drene, Assen, di Negeri Belanda. Tapi syukurlah kecemasan dan rasa takut yang mencekam lelaki, wanita dan anak-anak itu, tidak berkepanjangan. Besoknya pasukan Marinir sudah berhasil melumpuhkan perbuatan jahat teroris. Bagaimana perasaan dan terutama reaksi seseorang yang… Continue reading
-
Mereka Ziarah, Lalu Mengerek
Tempo 21 Januari 1978. TERIK matahari membakar kampus “Ganeca” ITB Bandung. Tak kurang dari 3.000 mahasiswa berkumpul di sana Senin siang kemarin. Selembar spanduk merah terpampang di mulut pintu kampus. Bunyinya serem, senada dengan pernyataan mereka: “Tidak mempercayai dan tidak menginginkan Suharto kembali sebagai Presiden Republik Indonesia.” Mereka juga menuntut agar fraksi-fraksi dalam MPR menampilkan… Continue reading
-
Selamat Datang, 10.000 (ex Tapol)
Tempo 24 Desember 1977. DI ujung Timur Indonesia, dua kapal jenis LST akan berada di tengah laut lepas pekan ini. Berlayar antara P. Buru dan Surabaya, isinya 1.500 tahanan G-30-S. Mereka telah dibebaskan. Mereka menuju Jawa. Di ujung Barat Indonesia, hari Selasa yang sauna ketika kapal itu bertolak, suatu upacara pembebasan berlangsung pula. Kaskopkamtib Sudomo,… Continue reading
