Politik Militer
-
Di Kampus Yang Resah, Ada Apa & Salah Siapa
Tempo 26 November 1977. KAMPUS ITB Rabu malam 16 Nopember. Tak begitu jauh dari Student Centre, di halaman terbuka, ratusan mahasiswa bergerombol. Umumnya mengenakan jaket warna-warni.Ada yang duduk santai sembari omong-omong. Tapi ada pula yang berwajah tegang, seakan lagi menunggu pengumuman ujian. “Kita sedang menunggu siapa yang bakal keluar sebagai pemenang,” kata seorang. Rupanya mereka… Continue reading
-
Dendam Pemain Ludruk
Tempo 12 November 1977. JANGAN lupa tentang OTB.” Begitu kata Kolonel Leo Ngali, Asisten I Kowilham II Jawa-Nusatengara, ketika ditanya koresponden TEMPO Hamid Darminto mengenai terbongkarnya dua organisasi gelap yang dituduh ada hubungan dengan gerakan sisa-sisa PKI: “Sapu Angin” dan “Sangga Buana”. Pangkowilham II. Letjen TNI Widodo mengungkap soal ini pekan lalu sehabis menghadap Presiden… Continue reading
-
Cerita Pendek-Pendek Saja Untuk …
Tempo 25 Juni 1977. CERITA MAHMUD Jakarta, jam 05.30 pagi: Dan Mahmud, 32 tahun, melompat dari tempat tidurnya. Daerah Rawasari mulai bangun. Ia buru-buru ke kamar mandi. Namun didapatinya bak sudah kosong. Dengan setengah mengumpat ia terpaksa meraih gagang pompa kodok. Mahmud mulai memompa air. Suaranya menderit-derit membangunkan tetangga di sebelah menyebelah. “Diamput”, seorang tetangga… Continue reading
-
Gertak “RMS” di Hari Panas
Tempo 4 Juni 1977. MEREKA datang lagi. Satu setengah tahun setelah membajak keretaapi di Beilen dan menduduki gedung Konsulat Ri di Amsterdam. Senin pagi 23 Mei jaun 09.00, gerombolan pemuda Maluku Selatan di Belanda melontarkan lagi aksi radikalnya di dua tempat: membajak kereta-api antar kota Assen-Groningen dan menduduki gedung sekolah dasar di Bovensmilde. Cuaca yang… Continue reading
-
Islam Setelah Pemilu 1977 …
Tempo 14 Mei 1977. HASIL penghitungan suara terbata-bata, sedikit. Dan PDI dan PPP tak puas. Tapi bagaimanapun juga, kenyataan yang terbayang dari hasil sementara pemilu 1977 sampai awal pekan ini adalah: hanya jumlah pencoblos partai-partai Islam, yang kini bergabung dalam PPP. yang cenderung meningkat jumlahnya. Dibandingkan dengan pemilu 1971 Golkar turun dan PDI merosot, sementara… Continue reading
-
PDI Bukan Kalah, Tapi Akan Habis ? (Pemilu 1977)
Tempo 21 Mei 1977. MEROSOTKAH PDI? Kesan pertama, ya. Menurut angka Lembaga Pemilihan dan Umum sampai akhir pekan lalu, partai ini cuma mendapat 8,7% dari jumlah suara yang masuk, sementara dua kontestan lain berada di atas 20% (Golkar: 62,1%, PPP: 29,2%). Sementara itu. di daerah seperti Nusa Tenggara Timur, misalnya, tampak penurunan presentase suara yang… Continue reading
-
… Dan Para Golkar Pun Menjawab (Pemilu 1977)
Tempo 28 Mei 1977. SETELAH mengundang beberapa tokoh PPP dan PDI untuk diwawancarai di kantor TEMPO, serombongan wartawan TEMPO atas permintaan – telah berkunjung ke MB DPP Golkar, Jl. Majapahit, Jakarta. Mereka diterima oleh Cosmas Batubara, 38, sekretaris bidang organisasi David Napitupulu, 42, sekretaris bidang pemuda dan ketua umum KNPI dan Moerdopo, 41, bendahara. Selain… Continue reading
-
Dan Oma Serta Upit Ikut Kampanye (Pemilu 1977)
Tempo 09 April 1977. OMA Irama berkopiah hitam, berdiri di atas panggung. Sorbannya dililitkannya ke leher. Kedua tangannya diangkatnya tinggi-tinggi. “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, teriaknya lantang.Dan jawaban pun menggemuruh dari antero pojok lapangan Petojo VII, lepas lohor yang terik, 25 Maret lalu. “Kami berdiri di sini untuk mengingatkan saudara. Yang insya Allah, tanggal 2 Mei… Continue reading
-
Ka’bah Setelah Istikharah
Tempo. 10 Juli 1976. PENENTUAN tanda gambar kedua parpol nampaknya tidak bisa ditunda-tunda lagi. Sebab waktu perpanjangan yang diberikan Lembaga Pemilihan Umum kepada Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia — agar mengajukan tanda gambar pengganti – berakhir hari Sabtu ini. Ternyata hanya PDI-lah yang menyerahkan tanda gambar pengganti kepada LPU. Sebab tanda gambar “perisai… Continue reading
-
Pesta “Integracao” itu Memang …
Tempo 03 Juli 1976. SUASANANYA bagaikan sebuah pesta. Kota Dili pagi itu, 24 Juni lalu dipenuhi ribuan rakyat yang berjejal di pinggir jalan-jalan yang dilalui rombongan delegasi RI. Poster dan spanduk serta teriakan “viva Indonesia, viva Presiden Soeharto, Viva integracao” berkumandang hingga mencapai puncaknya di luar gedung Majelis Rakyat di ibukota Timor Timur itu. Dan… Continue reading
