Politik Militer
-
Terbunuhnya Serma Umar ( di Pulau Buru )
Tempo 27 Oktober 1972. Tiga tahanan politik di P. Buru melarikan diri. Diisukan salah seorang yakni Serma Umar diketemukan mati. Pihak polisi mengatakan ketiga pelarian itu belum tertangkap, posisi mereka telah dilokalisir. PERCOBAAN melarikan diri oleh tapol di pulau Buru bulan Mei lalu, telah berulang lagi awal Oktober ini. 3 orang tapol berhasil kabur dengan… Continue reading
-
PMII, Berpisah Di Munarjati
Tempo 29 Juli 1972. Setelah Mubes di Munarjati, Lawang, Ja-tim, PMII resmi memisahkan diri dari NU. keputusan tersebut diduga ada sangkut pautnya dengan RUU keormasan dan kepartaian yang akan diajukan ke DPR. DI Munardjati dekat Lawang, Djawa Timur, 2 minggu lalu, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan resmi memisahkan diri dari NU, partai jang selama… Continue reading
-
Orla Lawan Asu ?
Tempo 6 Mei 1972. Perpecahan di PNI Jaya bermula dari soal memperebuntukan jabatan wakil ketua DPRD Jaya yang konon di incar Yusuf Merukh. Akhirnya pada konperda Ciloto, Yusuf ditetapkan menjadi ketua I PNI Jaya. MELEDAKNJA pertikaian dalam tubuh PNI Djakarta Raya ditandai dengan aksi penempelan pamflet dikantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) djalan Tegalan. Aksi tempel… Continue reading
-
Dekat Mendekati, Di Cipayung
Tempo 29 Januari 1972. Empat organisasi mahasiswa HMI, GMKI, GMNI dan PMKRI mengadakan pertemuan. mereka berhasil mengadakan dialog dengan mayjen ali murtopo, aspri presiden & pejabat lainnya. pembicaraan sekitar aksi mahasiswa.”Kalau sipilnja tidak mati, militernja jang mendekat, kalau militernja tidak mau, sipilnja jang mendekat“:KATA-KATA itu diutjapkan lajdjen Ali Murtopo. Ia berbitjara tentang hubungan sebaiknja antara… Continue reading
-
PNI Merasa Perlu Bersatu Lagi
Tempo 22 Januari 1972. Majelis permusyawaratan partai (mpp) pni merasa perlu bersatu lagi. dalam kongres di semarang pni pecah, disusul kekalahan besar dalam pemilu. para tokoh dari berbagai sayap lalu bertemu. SETELAH terpetjah dikongres Semarang jang disusul dengan kekalahan besar dalam Pemilu, PNI agaknja merasa perlu kembali bersatu. Hal itu setidak-tidaknja tertjermin dari kongres Madjelis… Continue reading
-
Dari Sumitro, Dengan Peringatan …
Tempo 22 Januari 1972. Pangkopkamtib jenderal sumitro melarang aksi-aksi protes. kegiatan mahasiswa tak dilarang. segala bentuk kritik hendaknya disalurkan melalui jalur yang ada. SIAPA jang menggerakkan aksi-aksi pemuda-mahasiswa jang menentang projek Miniatur Indonesia? Pertanjaan ini banjak diutarakan sedjak Presiden Soeharto menjebut-njebut adanja orang “dibelakang lajar” penggerak aksi-aksi protes itu ketika meresmikan RS Pertamina jang lalu.… Continue reading
-
Setelah Wafatnya Sang Rois
Tempo. 8 Januari 1972. Sepeninggal Wahab Chasbullah yang oleh muktamar dikokohkan sebagai rois aam seumur hidup, NU sibuk membentuk pengurus baru syuriah. Idham Chalid tetap terpilih sebagai ketua umum. Tokoh muda dapat tampil.HANJA empat harisetelah muktamarnja jang ke–25 berachir, NU tiba-tiba di hadapkan pada kemungkinan baru. K.H. Wahab Chasbullah, 87 tahun, jang oleh muktamar dikokohkan… Continue reading
-
Si Jaket Kuning : Demo TMII
Tempo. 8 Januari 1972. Pengurus Dewan Mahasiswa UI menyatakan protes atas teror yang terjadi di Matraman. Mereka juga menyatakan sikap menentang terhadap proyek Miniatur Indonesia Indah. Mereka gagal menemui anggota DPR.MINGGU terachir mendjelang tutup tahun, tampak sebagai minggu penuh perobahan bagi masjarakat mahasiswa UI. Orang agaknja tak lekas bisa menghapus ngatan atas kebangkitan jang mereka… Continue reading
