Olah Raga

  • Lely, Menjelang Manila

    Tempo 11 Februari 1978. SUATU hari di tahun 1960, di sebuah rumah dalam kompleks militer Husein Sastranegara (d/h Andir), Bandung, seorang nyonya tak mendua hati lagi untuk memakai pistol milik suaminya. Kendati ia belum begitu faham bagaimana cara menarik picu senjata tersebut. Maklum, ia bekas guru Sekolah Dasar. Kekurangan itu sama sekali tak mengecilkan hatinya.… Continue reading

  • Bahaya Sistem Coba-Coba (Kompetisi PSSI 1977)

    Tempo 04 Februari 1978. HARI naas bagi Persija ternyata datang pada waktu dan tempat yang sama sekali tak mereka ininkan. Di Stadion Utama Senayan, Jakarta hari, Sabtu, 28 Januari malam tim yang dianggap favorit menjuarai kompetisi PSSI 1975-1977 ini kesandung di kaki pemain Persebaya: 4-3 (1-2). Turun ke lapangan dengan 3 muka baru (Dananjaya, Ali… Continue reading

  • PSSI Garuda Runner up Piala Raja 1984

    Tempo 14 Januari 1984. TAK ada orang yang menaruh harapan ketika dia bertolak pertengahan Desember lalu menuju Bangkok. Malahan ada yang mengkhawatirkan jangan-jangan Filipina, yang sepak bolanya dianggap paling lemah di Asia Tenggara, akan dapat giliran membabat Indonesia. Tetapi nyatanya PSSI Garuda, yang dianggap tim kelas II itu, membuat sentakan dengan tampil sebagai runner up… Continue reading

  • Takdir Di Taiwan Open 1984

    Tempo 21 Januari 1984. INDONESIA membuka lembaran bulu tangkis tahun 1984 dengan awal yang agak mengecewakan. Dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Taiwan Terbuka di Taipei (12-15 Januari) hanya Ivanna Lie yang berhasil merebut gelar juara tunggal putri dari lima kejuaraan yang diperebutkan. Orang jadi dag-dig-dug, apakah Indonesia bisa berjaya, baik dalam All England bulan Maret maupun… Continue reading

  • Yang Terbaik Dimata Wartawan

    Tempo 07 Januari 1978. SIAPAKAH yang pantas menyandang gelar Olahragawan, Pembina Olahraga, dan Penunjang Olahraga semuanya yang ‘terbaik’ untuk 1977? Di Sekretariat SlWO/PWI Jakarta, Sabtu 31 Desember siang, 35 pemilih berdebat seru dalam menilai kandidat yang pantas. Sebab kegiatan olahraga tahun lampau memang banyak melahirkan olahragawan maupun olahragawati dengan prestasi memukau – di samping pembina… Continue reading

  • Ratih dan Edy Juara Junior 1981

    Pos Kota Bandung 1981. Pemegang medali emas bulutangkis PON X,Ratih Komalasari (DKI Jaya), berjaya di Bandung, meraih mahkota juara Nasional Bulutangkis Yunior 1981, setelah di final mengalahkan Lanny Tedjo.Dan harapan Jambi Musrifin harus menyerah pada pemain muda berbakat Jateng Eddy Hartono.Dengan demikian gelar juara putra diraih Eddy Hartono, adiknya Hastomo Arbi.Dalam final itu Ratih meraih… Continue reading

  • Lain Di KL, Lain Senayan

    Tempo 31 Desember 1977. DALAM turnamen SEA Games di Kuala Lumpur, Nopember lalu, Kesebelasan Indonesia memang tak terkalahkan.Mencatat serangkaian kemenangan atas Malaysia (2-1), Brunei (4-0) selain Pilipina (1-1) — pada penyisihan pool, dalam pertandingan lanjutan lawan semi-finalis Muangthai skor juga menunjukkan angka sama (1-1) ketika permainan yang ricuh dihentikan oleh Wasit Othman Omar dari Malaysia.… Continue reading

  • Teknik Melawan Wasit (Sea Games 1977)

    Tempo 10 Desember 1977. EKOR kegagalan PSSI membawa pulang medali SEA Games IX masih menghantui kemenangan Kontingen Indonesia yang muncul sebagai “Juara Umum.” Ketua Harian KONI Pusat, Suprayogi, tampaknya tak menyangkal.”Tampaknya tanpa medali sepakbola, di mata kalian kemenangan kita kurang lengkap, ya,” kata Suprayogi kepada Herry Komar dari TEMPO. Pekan lalu ketika membawa Kontingen Indonesia melapor… Continue reading

  • Pelajaran Baru Untuk Putri (Sea Games 1977)

    Tempo 10 Desember 1977. KEMENANGAN regu bulutangkis Indonesia di SEA Games (6 emas, 2 perak, 1 perunggu) malah membikin dada PBSI sesak. Rupanya kekalahan Verawati dan Ivana dalam kejuaraan perorangan — masing-masing kalah dari Sylvia Ng dari Malaysia dan Patam Sirisriro dari Thailand — tak tercerna begitu saja. Soalnya kedua pemain itu merupakan andalan utama… Continue reading

  • Lain Depan, Lain Belakang (PSSI vs SPARTAK MOSCOW)

    Tempo 19 November 1977. DEBUT Ali Sadikin di lapangan hijau lumayan, meski belum sepenuhnya memenuhi harapan. Turun dengan seluruh pemain eks tim Pra Piala Dunia PSSI, jamahan trio Acub -Suwardi Piter nampak meraih sesuatu yang tadinya ditakuti belum terpulihkan: semangat bertanding dan stamina. Karena dalam soal teknik, siapa pun maklum, mereka bukanlah anak kemarin yang… Continue reading