Olah Raga
-
Panggilan Segar Bagi Pelatih (berdirinya GALATAMA)
Tempo 20 Januari 1979. PROFESINYA tak lagi bakal menyedihkan. Klub non-amatir yang terhimpun dalam Liga Sepakbola Utama (Galatama) telah meniupkan angin segar bagi pelatih nasional, Sinyo Aliandu, 39 tahun. Ia dikontrak oleh klub Tunas Jaya dengan bayaran Rp 400.000 per bulan mulai Januari ini. Jika dibandingkan dengan apa yang diterimanya sewaktu melatih tim nasional, angka… Continue reading
-
King Jadi Raja (Juara Asian Games 1978)
Tempo 23 Desember 1978. Dalam final perorangan, King sekali lagi menjatuhkan juara RRC, Han Tsien. Penampilannya mantap. Sejak ronde pertama, ia tak pernah kehilangan satu set pun. Juga dalam menghadapi Luan Chin, juara dunia versi Federasi Bulu tangkis Dunia (WBF) di semi final, King menang bersih. Pertarungan antara kedua finalis yang berbeda kiblat ini tampak… Continue reading
-
Tidak Apalah Kita Menyimpang Sedikit (Asian Games 1978)
Tempo 23 Desember 1978. KETIKA nama Heryanto Saputra, 24 tahun, dicantumkan sebagai pemain tunggal kedua untuk menghadapi tim bulutangkis RRC di final beregu putera, banyak orang terkesima. Prestasinya di lapangan tadinya masih payah untuk diandalkan. Dari 2 kali panggilan memasuki pelatnas tahun lalu, ia tak berhasil menempatkan diri dalam regu Indonesia. Juga Nopember, ketika seleksi… Continue reading
-
Ronny Pasla Tak di Sana Lagi
Tempo 21 Oktober 1978. KARIR Ronny Pasla, 30 tahun, sebagai penjaga gawang tim nasional PSSI selama 10 tahun agaknya berakhir. Rapat pengurus harian PSSI, Jumat 13 Oktober menjatuhkan hukuman selama 5 tahun atas dirinya sehubungan dengan kasus suap di Merdeka Games yang lalu. Selama menjalani masa hukuman tersebut, ia tidak diperkenankan untuk memperkuat klub, perserikatan,… Continue reading
-
Persija Baru, Lho (vs Sao Paolo Selection 1978)
Tempo 14 Oktober 1978. INI Persija baru, tapi mungkin belum bisa dikatakan ini baru Persija. Muncul di stadion utama Senayan, Jakarta hari Jumat, 6 Oktober malam dengan hampir separuh pemain junior, tim Persija gagal menang terhadap kesebelasan Sao Paolo Selection dari Brazilia. A.A. Rake adalah kiper. Sekalipun ia telah berusaha keras meyakinkan penonton bahwa dia… Continue reading
-
Herman, Sang Grandmaster
Tempo 09 September 1978. PILIH keluarga, apa catur?” Ultimatum itu dilontarkan oleh seorang nyonya kepada suaminya yang baru saja menyandang gelar International Grandmaster Result dari turnamen catur di Primorsko, Bulgaria. Itu terjadi pada suatu hari di bulan Maret, 1978. Yang ditantang berfikir sejenak. Dan ia memilih yang terakhir. Apa yang bakal terjadi sudah bisa ditebak.… Continue reading
-
Jayakarta Juara Kompetisi Persija 1978
Tempo 12 Agustus 1978. Jayakarta Menang Taktik. Tak kurang 20.000 penonton yang memadat di stadion Menteng, Jakarta hari Kamis, 3 Agustus malam berdebar-debar menantikan saat penobatan juara kompetisi Persija. 2 kesebelasan, Jayakarta dan Indonesia Muda, yang me-ngantongi nilai kemenangan sama 48 untuk 29 kali pertandingan kecuali jumlah gol, kembali berhadapan di lapangan. Perbandingan gol buat… Continue reading
-
Tony Poganik Meninggal Dunia
Tempo 27 Mei 1978. SUATU hari di akhir April yang lalu Tony Poganik masih menyapa seorang wartawan. Ia menghimbau para rekan pers untuk membantu usahanya. “Bagaimana memassalkan sepakbola bocah sebagai dasar untuk menopang pembentukan tim-tim nasional yang tangguh.” Ia kemukakan hal itu dengan bersemangat. Ia sendiri mendatangi kantor Gelora Senayan yang baru berganti pimpinan dari… Continue reading
-
Kalah Tapi Tak Kaget (Piala Uber 1978)
Tempo 27 Mei 1978. TIM Piala Uber Indonesia kalah. Jepang pemegang supremasi bulutangkis wanita beregu sejak tahun 1966, merebut kembali Piala yang dimenangkan Indonesia pada tahun 1975 di Istora Senayan. Tapi kekalahan dalam final di Selandia Baru itu tak lagi mengejutkan seperti kemenangan regu Indonesia 3 tahun yang lalu. Penggemar bulutangkis di Tanah Air ternyata… Continue reading
-
Rudy Kalah, Tapi Menang Untuk Promosi (Final All England 1978)
Tempo 25 Maret 1978. SUASANA di kamar pakaian tim bulutangkis Indonesia di Empire Pool Wembley, London, seusai pertandingan final tunggal putera All England Sabtu 18 Maret petang, terasa penuh haru. Liem Swie King 22 tahun) yang baru saja meraih gelar juara, duduk lepas di kursi. Kepalanya menundak dalam. Ia menangis. Haru lantaran menang. Di kursi… Continue reading
