Olah Raga

  • Menjinakkan Iie Sumirat

    Tempo 20 Oktober 1973. Iie Sumirat terpilih untuk terjun dalam world invitation badminton championships 1973 di Singapura. Sifatnya yang angin-anginan dapat dikendalikan pelatih tahir jide.TINGKAHNYA bak perilaku perawan: angin-anginan dan sukar dipegang. Membenci suasana otoriter, di lain fihak ia tampak membutuhkan dukungan psikologis. Itulah Iie Sumirat, pemain tunggal yang telah berulag kali masuk Training Centre.… Continue reading

  • Hukuman Buat Amril Nurman

    Tempo 1september 1973. Amril Nurman, pemain Thomas Cup Indonesia, dihukum skorsing 3 bulan, tidak dibolehkan mengikuti pertandingan sejak 15 Agustus 1973. Hukuman itu dikeluarkan karena Amril melakukan indisipliner. AMRIL Nurman, anggota regu Thomas Cup Indonesia yang ikut andil dalam mempertahankan piaLa Thomas bulan Juni lalu rupanya tidak begitu saja bis& kebal hukuman. Karena PBSI Jaya… Continue reading

  • Jodoh Di Tangan PB

    Tempo 1 September 1973. Pasangan ganda Christian-Ade Chandra diramalkan goyah setelah Pon VIII. Pembina PBSI Ja-Bar menginginkan pasangan Christian-Tjuntjun sebagai pemain nasional karena sistem permainannya lebih mantap. TERCERAINYA pasangan ganda Christian-Ade Chandra dalam PON VIII, diramalkan orang sebagai awal pisah antara kedua pemain nasional itu. Titik tolak pemikiran didasari atas pengamatan permainan Christian dengan pasangan… Continue reading

  • Memilih Biji Kekalahan : Indonesia Juara Thomas Cup 1973

    Tempo 9 Juni 1973. Indonesia mempertahankan Piala Thomas, namun di luar dugaan Rudy Hartono dikalahkan Svend Pri. Kekalahan Rudy karena beban psikologis dari keharusan memenangkan 4 partai pertandingan & faktor kel. TAK meleset dan ramalan semula: akhirnya Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas – meski tak seorang pun pernah meramalkan bahwa Rudy akan dikalahkan Svend Pri… Continue reading

  • Kisah M & 4 Benggali

    Kisah mistik dalam perebutan piala Thomas 1967 mem pengaruhi PBSI dan regu Thomas Indonesia. Namun bukan regu Indonesia saja yang percaya mistik, ternyata regu Denmark, Thailand dan India juga. ADA 4 orang Benggali yang akan hadir malam itu. Karena itu harus hati-hati, jangan sampai ia menyentuh pundakmu”, kata seorang dukun pada tokoh M. Ucapan ini… Continue reading

  • Detik Bergesernya Komposisi

    Materi pemain Indonesia dalam turnamen Thomas Cup IX terkuat dalam sejarah. Agar tercapai hasil yang maksi mal, Rudy ditunjuk sebagai vice captain. Krisis memuncak ketika berlangsung pertemuan soal komposisi tim. AKHIRNYA Scheele tiba, disertai Betty sang isteri dan sebatang tongkat menopang langkahnya yang pincang. “Yang terang hari ini saya sudah datang”, katanya pada pers, menolak… Continue reading

  • Merubah Kiblat Ke Eropa ?

    Tempo 31 Maret 1973. Dipertanyakan apakah kiblat dunia bulu tangkis akan berpindah ke Eropa. di Edinburg, regu Asia yang dianggap bukan tandingan Eropa, digulung regu Eropa 8-2, termasuk kekalahan beruntun Rudy Hartono. KEINGINAN Rusia, Presiden Asia Badminton Confederation untuk membuktikan supremasi dunia bulutangkis Asia bukan jangkauan’ Eropa memang sudah lama tak tertahan. Impian itu di… Continue reading

  • Menang Dengan Sambel Terasi (Rebut 4 Gelar All England 1979)

    Tempo 07 April 1979. Ia adalah orang yang pernah dikecewakan. Hampir 1� tahun namanya tak tercantum di antara atlit terpilih yang memasuki pelatnas.Tahun 1977, seusai PON IX, ia dipanggil kembali, dan dijodohkan dengan Verawaty Wiharyo. Ternyata tak mengecewakan Dalam Asian Games 1978 di Bangkok, mereka berhasil merenggut medali emas dalam nomor perorangan.Di final All England,… Continue reading

  • Bintang Baru ? (Lius Pongoh)

    Tempo 03 Maret 1979. DALAM seleksi pemain untuk turnanen All England di gedung C Senayan, Jakarta, seorang pemain muda, belum begitu terkenal, mengalahkan Heryanto Saputra — jago yang mempecundangi Luan Chin dari RRC dalam Asian Games VIII, Bangkok. Lius Pongoh, 18 tahun, pelajar kelas II IPS di sekolah khusus olahragawan SMA Ragunan, bukan hanya mengalahkan… Continue reading

  • Strategi Jonata ( Persija Juara PSSI 1979)

    Tempo 20 Januari 1979. KEMENANGAN lebih dekat bagi PSMS. Dalam final 13 Januari di Stadion Utama Senayan, Jakarta, ia cukup dengan skor 0-0 untuk menjadi juara. Tapi malam itu Persija mencetak satu-satunya ol, dan berhasil menjuarai kompetisi divisi utama PSSI 1978/79. Walaupun juara, prestasi Persija dari 7 pertandingan sebelumnya tidaklah begitu menggembirakan — menang 4,… Continue reading