Olah Raga
-
Mereka Pulang dari Nirbaya (Bung Tomo Bebas)
Tempo 14 April 1979. BUNG Tomo, 58 tahun, lagi sembahyang maghrib di kamar tahanan ketika sedan Primier biru metalic B 1583 EG masuk halaman perkampungan tahanan Nirbaya di pinggir selatan Jakarta, Senin sore kemarin. Isteri dan ketiga anak Bung Tomo turun. Mereka menjemput Bung Tomo yang hari itu bebas setelah ditahan setahun. Tepat jam 19.00,… Continue reading
-
Iie Mengatrol. Piala Itu Masih … (Final Thomas Cup 1979)
Tempo 09 Juni 1979. PARA pecinta olahraga bulutangkis, baik yang menonton di layar tv atau menguping siaran langsung dari radio maupun 11.000 orang yang hadir di Istora Senayan,Jakarta 2 Juni malam bagaikan koor menarik nafas lega: Ketika Rudy Hartono menamatkan perlawanan Flemming Delfs, dan sekaligus memastikan kemenangan regu Indonesia (5-0) mempertahankan Piala Thomas untuk ketujuh… Continue reading
-
Pengaturan Skor Pertandingan (Kasus Suap Perkesa 78)
Tempo 14 Juli 1979. DENGAN Galatama, semula diharapkan terhapus rongrongan suap. Ternyata tidak Jafeth Sibi, kapten kesebelasan Perkesa 78, dituduh telah menerima sogokan sebesar Rp 1,5 juta dari JSG untuk pertandingan melawan Cahaya Kita di stadion Menteng, Jakarta, 5 Juni lalu. Akibatnya, Perkesa 78 bubar. Awal pekan ini Jafeth masih terdaftar dalam tim PSSI Utama yang… Continue reading
-
Usaha Mengamankan Piala (Piala Thomas 1973)
Tempo 26 Mei 1973. Persiapan pemain bulu tangkis regu Thomas Indonesia sudah mantap. Namun Pujianto bekas pelatih teknik team piala Thomas mengharapkan para pemain tak bersikap takabur terhadap kekuatan lawan. SIAPA yang bisa merebut Piala Thomas dari Indonesia? Hampir semua orang — baik yang ahli maupun yang awam tidak merasa ragu, lawan mana yang mampu… Continue reading
-
Tango Kaisar dari Napoli, Argentina Juara Dunia 1986
Tempo 5 Juli 1986. STADION Azteca, Meksiko, bagaikan diserbu suporter Argentina. Suara teriakan: “Argentina … Argentina . . . Argentina . . .,” terdengar gemuruh beberapa kali, begitu Dieo Armando Maradona, kapten tim Argentina, menerima piala kemenangan dari Presiden Meksiko Miguel de la Madrid. Wajah bintang Argentina itu cerah ketika menerima piala emas yang menjadi… Continue reading
-
Sayang, Tak Ada “Juara Kembar” (Sepakbola Pra Olimpiade 1976)
Tempo 06 Maret 1976 RASA hormat dan haru mengiringi langkah Team Pre Olimpik Indonesia meninggalkan lapangan. Harap dicatat: Kamis malam tanggal 26 Pebruari 1976, Stadion Utama Senayan Indonesia dikalahkan Republik Rakyat Korea dalam undian tendangan penalti 4-5, setelah perpanjangan waktu kedudukan masih bertahan 0-0. Malam final yang memakan waktu 2 jam itu Iswadi dkk berhasil… Continue reading
-
Malam Itu Perpisahan dengan Cruyff.
Tempo 18 November 1978. BAGI 65.000 pembeli karcis, belum terhitung mereka yang menyaksikan lewat layar tv, pertandingan antara kesebelasan Ajax dan Bayern Muen chen di stadion Olympiade, Amsterdam (7 Nopember) mungkin merupakan tontonan yang tak akan pernah ditemui lagi. Malam itu adalah perpisahan pemain pujaan mereka dan dunia. Johan Cruyff, 31 tahun, selanjutnya akan menggantungkan… Continue reading
-
Kiper Itu Dipanggil Kembali (Ronny Pasla)
Tempo 10 Februari 1979. BELUM berakhir karir sepakbola bagi Ronny Pasla, 31 tahun. Kini ia diizinkan lagi main. Dan ternyata PSSI memerlukannya. Empat bulan lalu ia dijatuhi hukuman selama 5 tahun oleh pimpinan PSSI, karena terlibat dalam kasus suap di Merdeka Games, Kuala Lumpur, pertengahan 1978. Untuk sementara, ia belum mengenakan kembali kostum kiper PSSI. Tapi… Continue reading
-
Fokus Untuk Anak Kudus (Liem Swie King)
43/III 29 Desember 1973 Tempo. Dalam kejuaraan terbuka Singapura, pemain muda asal Kudus, Liem swie King, 17, memikat perhatian pers setempat. Coach fisik PBSI, Tahir Djide, menilai king punya kelebihan dan kemantapan emosional yang baik. DI perkampungan atlit di Jalan Manila Senayan pekan lalu, Tahir Djide, Coach Fisik PBSI, baru saja memberi petunjuk-petunjuk kepada pemain-pemain… Continue reading
-
Widyastuti Muncul Lagi
Tempo 3 Nopember 1973. PBSI memanggil kembali Theresia Widyastuti memasuki TC. Setelah disisihkan dari TC dengan dalih soal mental, Tuti berhasil membuktikan kemampuannya dalam PON VIII. Materi pemain putri minim. AWAL tahun 1972. Hati-hatin itu nyaris mengawali lembaranlembaran kelabu dalam kehidupan Thercsia Widyastuti. Tersisihkan dari Training Centre team Piala Uber Indonesia degan dalih “soal mental”,… Continue reading
