Tokoh

  • Kisah Fatmawati Akan Terbit

    Tempo 06 Agustus 1977. “SUKMAWATI hanya sempat mendapat air susu ibu selama dua bulan. Aku mulai ada tanda-tanda kehamilan lagi. Pada saat aku mengandung Sukmawati aku mendengar berita selentingan, bahwa ada seorang wanita memakai kerudung bersama-sama Presiden menuju Istana Cipanas. Ceritera itu tidak aku tanggapi. Hal demikian bisa saja terjadi sebab saat-saat itu aku tidak… Continue reading

  • Selamat Jalan Bang Ali

    Tempo 18 Juni 1977. “Ada, ada yang ditakuti dari Ali Sadikin itu. Apa? Ali Sadikin itu orang yang keras. Bung Karno, 28 April 1966 SEBELAS tahun kemudian, orang yang disebut Bung Karno “keras” itu masih tetap keras. Ia masih bisa berteriak “goblog” kepada pembantunya yang berbuat salah – dengan kemarahan yang termashur itu. Dan ia… Continue reading

  • Meninggal Dunia (Dr. Johannes Leimena)

    Tempo 09 April 1977. DI hari Dr. Johannes Leimena dikuburkan di Taman Pahlawan Kalibata-Rabu, 30 Maret – Dr. Subandrio turun ke Jakarta. Keperluan: menyumbang darah untuk rekan setahanannya yang akan mengalami operasi. Salah seorang yang kebetulan bertemu, bergurau dan bertanya kepada bekas Menlu yang rambutnya masih hitam ini: “Bapak enggak ngelayat Pak Leimena? Kan sama-sam… Continue reading

  • Senyum Lebar Pejuang Tua (Kasimo)

    Tempo 05 Februari 1977. SIAPA tak kenal Kasimo? Politikus kawakan, bekas ketua Partai Katolik dan salah seorang tokoh Liga Demokrasi itu, usianya kini mendekati 77 tahun. Cukup uzur memang. Tapi ketawanya yang lebar, khas dan tulus, masih saja menghiasi wajahnya. Melihat kepincangan-kepincangan misalnya, ia tak mengeluh. Bukan karena sudah puas diri, tapi “kesadaranlah yang menuntun… Continue reading

  • Pulang ke Indonesia (AA Maramis)

    Tempo 17 Juli 1976. BAGAIKAN si anak hilang, Alexander Andries Maramis akhirnya pulang. Hampir dua puluh tahun lamanya dia tidak pernah menengok tanah airnya, Maramis dengan isterinya Elizabeth Maramis Velthoed, seorang wanita Belanda, disambut dengan mesra di lapangan udara Halim petang 27 Juni lalu. Protokol De partemen Luar Negeri, serombongan teman-teman lamanya, tidak sabar menanti… Continue reading

  • Satu Jam Dengan Wilopo

    Tempo 19 Juni 1976. ORANG tua itu duduk agak melonjor di kantornya siang itu, berlatar belakang lukisan kapal perang Karel Doorman. Dalam usia 66 tahun dan kepala penuh uban, Wilopo SW kembal di disebut-sebut akhir-akhir ini. Ia bicara tentang trio persekongkolan jahat di Indonesia.Sebelumnya bekas tokoh PNI yang pernah jadi Perdana Menteri itu memberi rekomendasi… Continue reading

  • Cak Roes, dari “Kapten” langsung…

    Tempo 27 Desember 1975 19 Desember 1948. Sore itu, persis 27 tahun yang lalu, Yogya sepi. Di jalan Code belakang Hotel Garuda, seorang lelaki bersepeda membawa setumpuk map dan mesin tulis. Ia bergegas. Mendadak sebuah kapal terbang muncul. Bersama 4 orang lainnya ia tiarap di bawah pohon. Sebentar sepi, mereka meneruskan perjalaskan. Sekejap pesawat itu… Continue reading

  • Kisah Seorang Penculik

    Tempo 16 Agustus 1975.  Ia melaporkan tentang rapat itu kepada Codanco A. Latief I Hendraningrat yang kebetulan sedang dinas piket. Tujuan melapor, karena hendak meminjam fasilitas PETA. Singgih tidak mengungkapkan keperluannya yang sebenarnya dan hanya mengatakan ‘ untuk keperluan rapat-rapat pemuda” meskipun kelak Singgih melaporkan juga kepada Latief apa yang sebenarnya ia lakukan. Bagaimanapun, A.… Continue reading

  • Bing Slamet Meninggal

    Tempo 28 Desember 1974. SEOLAH-OLAH ia telah mempersiapkan kepergiannya. Ketika ia meninggal Selasa siang pekan lalu, sudah setengah tahun ia tak tampak di depan khalayak. Film kwartet Jaya terpaksa tak lagi memakai namanya. Bing Slamet Koboi Cengeng disusul oleh Ateng Minta Kawin. Untuk membantu pertunjukan wayang orang yang diselenggarakan Ny. Lies Mashuri 3 minggu yang… Continue reading

  • Lagu Seorang Penyusup Rimba

    Tempo 10 Agustus 1974. INI sebuah cerita tentang Iwan Abdurrahman lelaki berusia 27 tahun itu. Seorang calon sarjana pertanian sudah puluhan kali terjun dari pesawat dan mengarungi rimba dan bukit-bukit seorang yang rendah hati dan sederhana. Satu gigi depannya patah. Tetapi itu tidak merupakan beban batin karena otaknya sendiri menurut beberapa dosen bukan jenis otak… Continue reading