Tokoh
-
Saya Memang Ikut (Ali Moetopo)
Tempo 28 Januari 1984. MESKI namanya tak lagi muncul tiap hari di media massa seperti sewaktu menjadi menteri penerangan, Ali Moertopo masih sering disebut-sebut dalam pembicaraan sehari-hari. Terutama bila masalahnya mengenai politik Indonesia. Mungkin ini merupakan petunjuk bahwa bekas wakil kepala Bakin dan asisten pribadi presiden ini hingga sekarang masih tetap diperhitungkan”. Sebagai wakil ketua… Continue reading
-
Mengharap Pensiun (Fatmawati Sukarno)
Tempo 14 Januari 1978. “Sudahlah, saya tidak mau tahu lagi tentang itu,” jawab Nyonya Fatmawati Sukarno ketika ditanya berapa besar uang pensiun yang diterimanya. Katanya lagi: “Tok (maksudnya Guntur Sukarno red.) melarang saya mengurus atau minta-minta kepada Pemerintah tentang itu. Biarlah Nak, Tuhan akan memberi rezeki apa adanya kepada hamba-Nya.” Ibu Fatmawati kini tinggal di… Continue reading
-
Ratmi B29 Meninggal Dunia
Tempo 14 Januari 1978. DI lapangan terbang Hasanuddin, Ujungpandang, 31 Desember 1977, serombongan anak muda minta foto bersama dengan Ratrni. “Adik-adik,” kata Ratmi dengan kenes, “fotonya nanti bisa buat nakut-nakutin tikus di rumah.” Ternyata itu guyon terakhir dari Ratmi Bomber. Sebab ketika dia berjalan mendekati pesawat yang akan ditumpanginya, persis di ujung tangga, Ratmi berkata… Continue reading
-
Wanita Bernyali Besar, “Puteri …”
Tempo 14 Januari 1978. SEBUAH cerita di pergantian tahun, dengan tokoh “misterius” seperti puteri roman abad lalu, menyangkut seorang wanita di New York yang mengaku sebagai anak Almarhum Bung Karno (TEMPO, 24 Desember 1977, Pokok & Tokoh). Ketika pembantu TEMPO di Washington DC Abdul Nur Adnan mengunjungi dia, wanita ini berteriak: “Naa, akhirnya bangsaku bertanya:… Continue reading
-
Meninggal Dunia (Charles Chaplin)
Tempo 07 Januari 1978. SI badut yang menjadi abadi lewat layar putih telah pergi untuk selamanya. Sir Charles Chaplin meninggal tepat di hari kelahiran (Natal), 25 Desember 1977, karena usia tua (88 tahun), di rumahnya yang mewah di Manoir de Ban, Vevey, Swiss. Isterinya, Oona O’Neil dan ketujuh anaknya – kecuali Geraldine Chaplin yang sedang… Continue reading
-
Bung Tomo, Darul Islam Dan ABRI
Tempo 19 November 1977. KETIKA ia masih berumur 25 tahun, di Surabaya suaranya mengguntur dengan Allahu Akbar. Di harihari pertempuran 1945 itu ia dikagumi sebagai pemberi semangat. Sekarang7 ketika perang rakyat Surabaya itu tengah diperingati, suara Bung Tomo kembali terdengar. Ada yang kagum, ada pula yang keberatan. Sabtu pekan lalu di IKlP-Jakarta misalnya ia mengungkapkan… Continue reading
-
Satu Titiek, 40 tahun dan 300 … Titiek 40 Tahun
Tempo 12 November 1977. TITIEK Puspa adalah sejenis industri. Selasa pekan lalu ia merayakan ulangtahunnya dengan sebuah pesta sekitar Rp 1,5 juta di- Hotel Indonesia Sheraton, Jakarta. Sampai tengah malam. Paginya ia menerima wartawan untuk wawancara. Begitu selesai, ia ke airport untuk naik pesawat ke Surabaya. Sambil menunggu pesawat ia masih harus memberikan wawancara lain.… Continue reading
-
Meninggal Dunia (Ayip Rosidi)
Tempo 01 Oktober 1977. TUBUHNYA jadi sedikit gemuk. Kemudian oleh dokter dianjurkan untuk olahraga. Ini kemudian dilakukannya dengan lari pagi di sekeliling tempat tinggalnya. Minggu sub uh 25 September, dalam keadaan mandi keringat, salah seorang tetangganya menegur. Kalim atnya terakhir uma: “Wah, badan saya kuat kok.” Beberapa menit setelah itu dia tersungkur — dan tidak… Continue reading
-
Letjen H.M Sarbini Meninggal dunia
Tempo 03 September 1977. “DIN, mari makan sama-sama Bapak,” kata Letjen H.M Sarbini kepada wartawan Antara Nurdin A.S. Si wartawan cuma menjawab, dia lagi tugas. “Ya sudah,” kata Sarbini lagi. “Kalau begitu, tidak mau ikut sama Bapak.” Dan Nurdin menjawab: “Bapak duluan, saya belakangan.” Sarbini, melihat Nurdin membawa kamera (dan Nurdin ini memang selalu bawa… Continue reading
-
AA Maramis Tutup Usia
Tempo 20 Agustus 1977. KETIKA kembali ke Indonesia akhir Juni 1976, Alexander Andnes Maramis sudah setengah sakit. Tinggal di Logano, Swiss, sejak 1957, bersama isterinya Elizabeth Velthoed, Maramis pernah berkata kepada Prof. Soenario SH ingin pulang ke tanah air. Atas biaya Pemerintah, diaturlah kepulangannya. Karena tidak memiliki rumah, suami-isteri Maramis tinggal di Wisma Pertamina, Merdeka… Continue reading
