Olah Raga
-
Tradisi Malam Pembantaian (Jakarta Open 1972)
Tempo 3 Juni 1972. PBSI Jaya menyelenggarakan turnamen terbuka Jakarta, diikuti pemain asing kaliber dunia. pemain kawakan, Agus Susanto dan adik iparnya, Liem Swie King, memukau penonton. Cock lokal “garuda” jadi standar. TIDAK terlalu pagi untuk menjatakan bahwa hasrat PBSI Djaya untuk membangun satu tradisi perbulutangkisan Ibukota telah berhasil. Tjita-bita jang dikandung sedjak ahun 1971… Continue reading
-
Sesudah Turnamen Terbuka Jakarta I
Tempo 10 Juni 1972. Dalam Turnamen Terbuka Jakarta I, PBSI hanya berhasil mengintip permainan calon-calon pemain ganda Malaysia. Menjelang turnamen Thomas Cup 1973, Christian/Ade mantap. Pemain-pemain tunggal perlu dibina. USAINJA Turnamen Terbuka Djakarta I tidak membuka djendela PBSI untuk melongok kekuatan sebenarnja negara-negara bulutangkis Asia. Tapi paling tidak dapat mengintip tjalon-tjalon partai ganda Malaysia jang… Continue reading
-
Rudy Untuk Promosi: Boleh Atau …
Tempo 12 Agustus 1972. Rudy Hartono mungkin diperbolehkan main untuk reklame. seperti Erland Korps yang dimanfaatkan oleh perusahaan durol tanpa kehilangan keamatirannya. tapi itu tergantung pada PBSI. BAGAIMANA andaikata Rudy main untuk reklame meniru djedjak Erland Kops dengan Durol-nja’? “Itu tergantung pada PBSI”, djawab Ferry Sonneville, Presiden IBF jang setjara aklamasi terpilih kembali untuk memangku… Continue reading
-
Kalah Di Singapura Menang Di Medan (Persija Juara Marah Halim Cup 1977)
Tempo. 16 April 1977. TURNAMEN memperebutkan Piala Marah Halim ke-6 yang berlangsung pada tanggal 19 Maret s/d 4 April 1977 telah menampilkan Kesebelasan Persija sebagai Juara. Koresponden TEMPO, Zakaria M. Passe di Medan menurunkan laporan berikut: GOL satu-satunya yang menghantar Persija sebagai sang juara terjadi pada babak kedua, menit 11. Suhanta yang bermain di kanan… Continue reading
-
Mulyadi Mogok, Mengapa ?
Tempo 2 September 1972. Setelah kejuaraan All England, Mulyadi non aktif sebagai pemain. menurutnya, PBSI tampak lemah dalam soal pembinaan pemain. secara resmi, memang ia belum menyatakan berhenti sebagai atlet. SELAMA berlangsungnya Invitasi Solo Pada ahir Agustus ini, nampaknya dalam waktu singkat belum terbayang, siapa yang bisa menggantikan Muljadi. Sementara itu dalam wawancara eksklusif dengan… Continue reading
-
Invitasi “Serba Salah” Nasional Bulutangkis 1972
Tempo 9 September 1972. Invitasi nasional bulu tangkis di Solo, berakhir. dari sini muncul juara-juara baru. tapi menurut PBSI, ini belum jaminan terbaik. invitasi tersebut belum memenuhi target yang ditetapkan. BERAKHIRNYA Invitasi Nasional Bulutangkis di Solo (26-28 Agustus) minggu lalu, meski memunculkan muka yang tidak baru, juga tidak memberikan jaminan bahwa sang juara adalah yang… Continue reading
-
Munculnya Sang Komandan
Tempo 30 September 1972. PBSI mempersiapkan pelatnas untuk menghadapi piala Thomas. menempati di jalan polo air, pelatnas ditekankan pada kedisiplinan pemain dan dilakukan serba tertutup. sebagai bendahara ditunjuk Sukada. SEBUAH papan tulis cemong yang bersandar pada kaki dinding flat Jalan Polo Air 193, hari-hari ini menjadi perhatian orang. Di sini Ketua Umum PBSI, Drs Sudirman… Continue reading
-
Mengobati Penyakit Iie Sumirat
Tempo 18 Nopember 1972. Iie Sumirat berhasil jadi juara di kejuaraan terbuka Singapura 1972. Iie prestasinya tidak stabil. Ia dapat berjaya dengan dukungan publik, tapi juga dapat hancur dengan ejekannya. BETULKAH Iie Sumirat – calon serius pemain tunggal team Thomas Cup Indonesia – selalu dihinggdpi penyakit “angin-anginan”? Meskipun berbagai. Turnamen seperti Kejuaraan Terbuka Singapura, Turnamen Internasional… Continue reading
-
Lamaran Darmadi
Tempo 2 Desember 1972. Darmadi juara tunggal indonesia 1969, telah menggantung raketnya & mengganti dengan kemudi pesawat f-28 garuda. berkeinginan memperkuat regu piala thomas 1973, walaupun hanya menjadi sparring partner. NIATNJA hanya satu: Ingin memperkuat regu Piala Thomas Indonesia 1973. Tapi belakangan ini raketnya sudah digantung dan diganti dengan kemudi pesawat F-28 Garuda. Itulah yang… Continue reading
-
Seandainya Regu Indonesia-RRT …
Tempo 6 Januari 1973. Rudy Hartono merasa ditantang pemain-pemain bulu tangkis RRT yang telah mengalahkan Malaysia. Pertandingan dengan RRT dinilai sebagai perang saraf untuk mengalihkan dari persiapan mempertahankan piala Thomas Cup. KETIKA sekali lagi pemain-pemain RRT menggemparkan dunia dengan menundukkan pemain-pemain Malaysia yang melawat ke sana, beberapa kenalan berpaling pada saya. “Bagaimana andaikata anda berhadapan… Continue reading
