Kisah Betawi
-
Saat-saat Senayan Digusur (1)
Kini Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) tengah sibuk memeriksa kasus dugaan korupsi di Gelora Senayan yang sekarang beralih nama menjadi Gelora Bung Karno (GKB). Kasus ini dinilai merugikan negara sekitar Rp 1,7 triliun.Uang sebanyak itu, kalau saja didirikan rumah sederhana dengan harga Rp 20 juta per unit dapat dibangun 85 ribu unit rumah.… Continue reading
-
Saat-saat Senayan Digusur (2-Habis).
Pemindahan warga Betawi dari Senayan (Jakarta Pusat) ke Tebet (Jakarta Selatan) yang jaraknya sekitar 10 km tidak berjalan mulus. Penyebabnya masalah keamanan. Warga Senayan yang sudah pindah ke Tebet, seringkali disatroni para penjahat dan perampok. Mengetahui mereka menerima uang gusuran, warga jadi sasaran empuk bagi penjahat untuk menyatroninya.Seperti dituturkan tokoh Betawi H Irwan Syafi’ie (75… Continue reading
-
Istana Bogor 1870
Johannes Rach (1720-1783), seorang serdadu Kompeni (VOC) pada 1780 telah melukis Istana Bogor, berupa dua gedung yang saling berdampingan. Di depannya terdapat sebuah benteng kecil yang dinamakan benteng Pilipina. Di puncak tiangnya berkibar bendera Belanda: merah, putih, biru. Kala itu, benteng yang dijaga oleh garnizun Kompeni, sangat penting karena seringkali menghadapi serangan balatentara Islam dari… Continue reading
-
Hari Jadi DKI Jakarta Perlu Diluruskan
Budayawan dan tokoh Betawi H. Ridwan Saidi menekankan perlunya pelurusan sejarah Hari Jadi Kota Jakarta yang pada tahun 1958 ditetapkan jatuh pada tanggal 22 Juni. “Penetapan tanggal 22 Juni itu keliru. Bagaimana mungkin saat Fatahillah menyerang Jakarta itu diperingati sebagai hari jadi kota ini?” katanya di Jakarta, Selasa. Jakarta pada 22 Juni 2004 memperingati hari… Continue reading
-
Pembrita Betawi
Pembrita Betawi. Inilah salah satu courant yang terbit di penghujung abad 19. Abad sebelum nasionalisme Indonesia terbentuk. Masa ketika janin pergerakan modern masih embrio.Pembrita Betawi hadir pertama kali di Batavia pada 24 Desember 1884. Kehadirannya kian melengkapi sederet pers di era kolonial. Kehadirannya juga yang membidani lahirnya pers pribumi. Koran ini yang menempa Mas Tirto… Continue reading
-
Pelatih Tari Betawi
Penjelasan yang ia berikan lantas diterjemahkan ke Bahasa Inggris. Dalam waktu satu jam workshop dalam rangkaian acara Women Playwrights International itu, ia membawakan Tari Gegok. Ada lima peserta dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, Malaysia, dan Vietnam, yang serius mengikuti workshop yang digelar di Jakarta pada Jumat, 24 November, itu. Dari sang nenek Saat kecil ia… Continue reading
-
Ismail Marzuki dan Usmar Ismail
”Tuh, itu die tuh rumenye,” kata Ibu Amsiah, 80 tahun, sambil menunjuk sebuah rumah petak tua di Jalan Kembang IV/97, Kwitang, Jakarta Pusat. Rumah tua yang ditunjuknya itu tampak sederhana, sebagian dindingnya terbuat dari papan. ”Ditempat inilah Bang Maing main musik,” kata nenek kelahiran Kwitang itu.Bu Amsiah adalah misan komponis legendaris kelahiran Kwitang, Ismail Marzuki.… Continue reading
-
Gg Tjap Go Keng Atawa 15 Pintu
Di Jakarta sejak masa Batavia banyak nama kampung, jalan dan gedung berdasarkan nama tokoh masyarakat setempat. Atau setidak-tidaknya punya kaitan dengan peristiwa yang pernah terjadi di tempat itu. Baiklah kita mulai dari kota tua yang kini disebut Jakarta Kota. Di sebelah utara Kantor Pos Jakarta Kota kini terdapat Jalan Cengkeh. Padahal di masa awal kolonial… Continue reading
-
Ciliwung dan Rezeki Tukang Binatu
Sungai Ciliwung tidak selamanya menimbulkan penderitaan bagi penduduk Jakarta. Seperti terjadi saat-saat ini ketika air sungai ini banjir. Bahkan, Ciliwung dimasa-masa lalu memberikan banyak berkah bagi penduduk. Sungai ini — yang kini dijuluki got besar — sampai tahun 1960-an menjadi tempat ribuan penduduk untuk mandi, mencuci, mengambil wudu dan berbagai hajat keperluan lainnya. Ribuan penduduk… Continue reading
-
Bandar Sunda Kalapa 1859
Pelabuhan Sunda Kalapa dilukis pada 1859. Di sekitar tempat inilah kira-kira balatentara Islam dibawah pimpinan panglima perang dan mubaligh Fatahillah mengusir Portugis pada 22 Juni 1527. Negara di Eropa Selatan ini berkat perjanjian kerjasama dengan Kerajaan Pajajaran telah diberikan hak untuk membangun loji (perkantoran dan perumahan yang dilengkapi benteng) di Sunda Kalapa. Perjanjian ini ditentang… Continue reading
