Kisah Betawi
-
Belajar Alip Ba’ Ta’
Pada zaman Belanda, bahkan sampai 1950-an, sebagai syarat untuk diterima di sekolah dasar, siswa diharuskan menjulurkan tangan menyentuh telinga. Maklum kala itu kebanyakan anak tidak tahu tanggal lahirnya. Sialnya, mereka yang bertubuh kecil baru bisa menyentuh telinga saat berusia 10 tahun.Karena itu, anak-anak di masa lalu baru lulus SR (kini SD) setelah berusia 14 tahun.… Continue reading
-
‘Dukun Pateh’ dari Cikini
Berhadapan dengan stasion kereta api Cikini, Jakarta Pusat, terletak sebuah pasar yang dikelilingi pertokoan dan gedung modern. Seperti juga nama stasion, Pasar Cikini dulunya hanya merupakan pasar tradisional seperti yang banyak terdapat di Jakarta. Entah sudah berapa lama keberadaan pasar ini. Tapi, jelas lebih tua dari gedung bioskop Metropore (kini Megaria) yang berada di dekatnya.… Continue reading
-
Kerak Telor dari Buncit
Memasuki Jl Buncit Raya dari arah Jl Rasuna Said, terdapat Madrasah Saadutdarain. Madrasah yang diapit oleh Jl Mampang XIV dan Jl Mampang Parapatan XIII itu juga merupakan salah satu tempat kuliah Universitas Islam Az-Zahrah, yang rektornya mantan Menteri Agama Tarmizi Taher dan ketua yayasannya DR Sechan Shahab.”Kira-kira di tempat inilah dulu terletak Warung Buncit, yang… Continue reading
-
Mujahid yang Terlupakan
Hanya beberapa saat setelah Bung Karno dan Bung Hatta mengumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia, suasana di Tanah Air, khususnya di Jakarta, terjadi berbagai pergolakan. Apalagi tidak lama kemudian, pasukan Belanda dengan mendompleng sekutu turut mendarat ke Jakarta.Rakyat yang tidak ingin lagi melihat negerinya dijajah, melakukan perlawanan. Di Jakarta, di antara para ulama dan mualim yang menghimpun… Continue reading
-
Barisan Bambu Runcing
Hanya dengan bersenjatakan bambu runcing para pemuda patriot bangsa siap mempertahankan kemerdekaan. Dengan semangat meluap-luap untuk mengusir penjajah dengan tekad: ‘Merdeka atau Mati’. Mereka berbaris di salah satu jalan raya di Jakarta. Di barisan paling depan dari ‘pasukan bambu runcing’ ini tiga orang pemuda membawa bendera merah putih.Peristiwa ini terjadi hanya beberapa waktu setelah proklamasi… Continue reading
-
Orang Betawi Nyambut Puasa
Bagi warga Betawi, bulan suci Ramadhan sangat mereka nantikan. Sehari menjelang Ramadhan terlihat kesibukan luar biasa di rumah-rumah. Ibu-ibu belanja lebih banyak katimbang hari biasa untuk menyiapkan makan sahur. Sedang pasar-pasar diserbu para pembeli. Pada tempo doeloe, ada suatu keistimewaan dalam menyambut Ramadhan yang kini sudah hampir tidak terdapat lagi. Saat itu, pada sore hari, di… Continue reading
-
Sohibul Hikayat Dari Tenabang
Di bulan Ramadhan ini para bapak dan ibu dibikin puyeng masalah ekonomi. Sejak kenaikan harga BBM, harga sembako naik gila-gilaan. Belum lagi bakalan mikirin keperluan lebaran mendatang. Mesti punya cukup fulus untuk membelikan keperluan lebaran anak-anak, tapi sebaiknya mari sejenak kita menghindari kepedihan hidup ini, lewat humor. Orang Betawi terkenal humoris. Humor merupakan bagian kehidupan… Continue reading
-
Balai Kota dan Gereja Belanda
Johannes Rach (1720-1783), membuat gambar Balai Kota (Stadhuis) Batavia pada 1770. Ia adalah soldadoe VOC kelahiran Kopenhagen, Denmark yang banyak melukis kota ini pada abad ke-18. Tidak kurang 40 lukisan dari 220 lukisan yang ia lukis kini jadi dokumen berharga di Rijk Museum, Amsterdam. Stadhuis (Balai Kota) Batavia salah satu gedung peninggalan abad ke-18 yang… Continue reading
-
Bung Tomo Ketuk Tentara Muslim India
Meskipun usianya baru 40-an, Aamir Khan kini bukan hanya aktor. Seperti juga Shah Rukh Khan yang usianya lebih muda, Aamir juga seorang produser. Bahkan, sekitar lima tahun lalu, dia telah membuat film berjudul Lagaan. Film sejarah saat rakyat India melawan penjajah Inggris ini kemudian terpilih masuk nominasi hadiah Oscar untuk katagori film asing.Setelah itu, Aamir… Continue reading
-
Diponegoro dan Perang Jawa
Patung Pangeran Diponegoro dari perunggu sejak Selasa lalu (6/12/2005), menghiasi Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Nantinya akan lebih banyak patung bermunculan di jalan-jalan strategis di Ibu Kota. Karena gubernur DKI Sutiyoso menginginkan patung para tokoh nasional disesuaikan dengan nama jalan yang ada. Gambar berjudul “Penangkapan Diponegoro’ oleh Jenderal HM de Kock di dekat Magelang, Jawa Tengah… Continue reading
