Kisah Betawi

  • Tengkorak Manusia Geger Pecinan

    Tempo 27 Oktober 1972. Puluhan tengkorak manusia ditemukan di Jl. Kopi Jakarta kota. Diduga itu adalah tengkorak orang Cina yang dibunuh pada tahun 1740 oleh Belanda yang dikenal sebagai geger pecinan. Konon 10.000 Cina terbunuh.  TERSEBUTLAH dalam riwayat: kira-kira 10.000 orang Cina – tua, muda, perempuan, bayi telah dibunuh dalam suatu operasi pembantaian di daerah… Continue reading

  • Singa Betina dari Marunda

    Republika. Minggu, 04 Januari 2009.Oleh Alwi Shahab. Kini banyak peristiwa kejahatan menimpa kaum wanita. Lebih-lebih pada malam hari, kaum wanita, ketika naik taksi, sering jadi korban penodongan. Termasuk para ibu rumah tangga ketika kediamannya disatroni perampok.Karena itu, di masyarakat Betawi terdahulu tradisi ‘maen pukulan’ atau pencak silat sudah mendarah daging termasuk di kalangan kaum wanita.… Continue reading

  • Gardu Siskamling di Matraman

    Sabtu, 10 Januari 2009 . Oleh Alwi Shahab. Foto sekitar tahun 1867 atau 132 tahun lalu menunjukkan gardu siskamling (sistem keamanan lingkungan) di Matraman, yang kala itu merupakan perbatasan Batavia-Meester Cornelis (Jatinegara). Maklum, Batavia dan Meester Cornelis baru disatukan dalam kotapraja pada 1930-an. Gardu yang di bagian depannya terlihat kentongan (tontong) terbuat dari kayu itu… Continue reading

  • Jakarta dan Ambisi Soekarno

    Oleh Alwi Shahab. Ketika awal Januari 1808 Gubernur Jenderal Marsekal Willem Daendels mulai berkuasa di Hindia Belanda, dia menghancurkan benteng dan kastil Batavia. Termasuk di antaranya istana yang pernah ditempati 34 gubernur jenderal sebelumnya.Penghancuran ini sesuai perintah Raja Lodewijk Bonaparte, adik Kaisar Napoleon Bonaparte saat Nederland berada di bawah kekuasaan Prancis. Daendels diminta untuk memindahkan… Continue reading

  • Korupsi Tahun 1950-an

    Alwi Shahab. Akhir pekan lalu di Jakarta telah dilakukan peluncuran buku Gambang Jakarta karya almarhum Firman Muntaco, maestro sastrawan Betawi tahun 1950-an dan 1960-an. Kala itu, karya-karya Firman Muntaco yang dimuat di mingguan Berita Minggu dengan judul Gambang Jakarta sangat digemari para pembaca. Tidak heran kalau mingguan itu mencapai teras ratusan ribu eksemplar berkat daya… Continue reading

  • Jaringan Yahudi di Indonesia

    Alwi Shahab. Dengan judul Sahabat Akrab, foto Reuters yang dimuat sejumlah harian ibukota pekan lalu memperlihatkan Menlu AS Condoleeza Rice berjabatan tangan dengan PM Israel Ehud Omert di Jerusalem. Keduanya tertawa-tawa, seolah-olah puas karena pasukan Israel berhasil melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat Lebanon dan Palestina — kebanyakan diantaranya wanita dan anak-anak. Israel yang mendapat dukungan… Continue reading

  • Mengenang Masa Lalu Lewat Riwajatmoe Doeloe

    Jumat, 26 Desember 2008 pukul 14:32:00 Republika. Alwi Shahab. Bagi penyuka tempat bersejarah di sejumlah kota di Tanah Air, TV One menyuguhkan acara bertajuk Riwajatmoe Doeloe. Acara berdurasi 30 menit ini tayang mulai pukul 08.00 WIB setiap hari Jumat.Program hasil garapan divisi news TV One ini merupakan sebuah petualangan seorang host bernama Anto Jadul. Ia… Continue reading

  • Ardan itu Anak Medan

    SAYA bangga dikupas majalah Horison (edisi Mei 2002), sehubungan dengan genap umur saya 70 tahun (pada 2 Februari 2002). Hanya dalam kata pengantarnya, redaksi (rubrik “Kakilangit”) membuka dengan “Meskipun lahir di Medan, dia memahami dan menghayati (Betawi)…Maklumlah, dia cukup lama tinggal di tengah masyarakat Betawi…”, bersama anak pertama. Lho – saya tinggal di Kwitang (Jakarta… Continue reading

  • Betawi Punya Wayang Golek, Betawi “Punye Gaye”

    Oleh Yayat Suratmo. Betawi punya lenong dan gambang kromong. Bagaimana jadinya jika keduanya dijadikan satu dalam pertunjukan wayang golek ? Ini dia.Demikian ungkap Tizar Purbaya, dalang Wayang Golek Betawi yang dijuluki Master Of Puppet Indonesia oleh seorang penulis Jerman. Ternyata kombinasi antara lenong, gambang kromong dan wayang golek yang dipikirkan Tizar tersebut menghasilkan seni pertunjukan… Continue reading

  • Sastra Betawi: Karya Agung yang Dilupakan

    Betawi, sejak kelahirannya 479 tahun lalu, memiliki beragam khasanah budaya. Salah satunya adalah sastra Betawi yang di daerahnya sendiri kini seolah-olah terpendam. Padahal, di mancanegara sudah lama mendapat perhatian sejumlah ilmuwan. Terbukti dengan terbitnya berbagai telaah tentang sastra Betawi masa lalu itu, yang naskah-naskahnya tersebar di berbagai perpustakaan perguruan tinggi di negara-negara maju, termasuk di… Continue reading