Sepak Bola

  • Alternatif Positif Dari 4 Besar

    Tempo 6 Januari 1973. Ketangguhan PSSI yang pemainnya diambil dari empat daerah teruji. Penyerang Anjasmara dan Tumsila bermain kompak. Ketika bermain melawan ST Pauli dari Jerman Barat PSSI tak mengecewakan, menang 4-2.   KALAU main bola cuma menyepak menahan, menggiring, menyundul serta membuat kerjasama yang sedap dipandang, maka Kesebelasan St. Pauli boleh diberi cap “berhasil”.… Continue reading

  • Goal Untuk Adu Dengkul (Piala Presiden Suharto 1972)

    Tempo 23 Desember 1972. Turnamen piala Presiden Soeharto di Medan diikuti 4 besar, PSMS mengalahkan Persija 1-0 melalui gol Nobon. Kemenangan Persija atas Persebaya 3-0 membuktikan persiapan team PON VIII DKI sudah mantap. TOLONG sampaikan pada Hutasoit”, pesan seorang wartawan olahraga Medan kepada rekannya dari Jakarta, “belum lagi Medan sempat berfikir, Jakarta sudah kebobolan. Apalagi… Continue reading

  • Uang Tidak, Mutupun Tidak (Presiden Cup 1972)

    Tempo 21 Oktober 1972. Tim PSSI A yang menjadi juara kedua Presiden Cup 1972, membuat kecewa. bermain tanpa semangat, PSSI A kalah dari kesebelasan Australia 1-4. dalam acara pertandingan segi tiga itu, uang masuk sedikit.   PSSI A seolah minta diuji: “Kami lah runner-up turnamen President Cup!” Memang sebagai juara ke-2 PSSI tidak gagal, meskipun… Continue reading

  • Main Keras Atau Kotor ?

    Tempo 28 Oktober 1972. LH Tanoto eks kapten pssi, 42, setuju dengan permainan kasar. tapi menurut dia harus dikuasai teknik & memperhatikan waktunya. ia mengkritik cara iswadi idris yang pasang kuda-kuda tanpa ada bola. MULYADI bersungut-sungut pulang ke TC setelah PSSI A digenjot 1–4 oleh Kesebelasan Australia. “Coba kalau ada Otje, pasti beres itu orang-orang… Continue reading

  • “Cap Mau” Untuk PSSI B

    Tempo 7 Oktober 1972. PSSI B baru kembali dari india mendapat julukan “cap mau”. itu gara-gara, ketika pertandingan berlangsung di sana, permainan menjadi kasar. para pemain PSSI pun tidak mundur melayani permainan lawan. SETELAH berada di rantau 3 minggu lebih – untuk mengikuti beberapa turnamen di India Team PSSI B tiba kembali di kandang dengan… Continue reading

  • Senjata Situbondo ( Suratin Cup 1972 )

    Tempo 9 September 1972. Team sepak bola Situbondo, maju ke final turnamen “Suratin Cup” 1972. keberhasilannya agaknya berkat permainan yang gigih dan lugas. motif lain yang mendorong ke final, pemain ingin melihat Jakarta. ENDAPAN rasa terkejut dan penasaran agaknya memaksa sementara pecandu bola membuka mata dan peta. Dimana persisnya letak Situbondo, yang sonder publikasi besar-besaran… Continue reading

  • Lambat, Tapi Tidak Selamat

    Tempo 9 September 1972. PSSI A, kalah 2-4 melawan kesebelasan Benfica. pertandingan di stadion Senayan, ditonton 50.000 orang. PSSI main tanpa Ronny Patti dan Basri dinilai lamban. dalam 30 menit, kebobolan 4 gol. BETULKAH tanpa Ronny Patti dan Basri PSSI bermain lambat dan tidak cermat? Paling tidak itulah kesan pertama 50.000 penonton Stadion Senayan yang… Continue reading

  • Menggarap “Suratin Cup”

    Tempo 26 Agustus 1972. Turnamen yunior PSSI berlangsung di stadion Persija, diadakan 2 th sekali untuk memperebutkan piala suratin. turnamen cup dijadikan ukuran masa depan PSSI. saham sepak bola remaja daerah kurang. MINGGU ini mendadak Ir Suratin (1898-1959) terkenang. Turnamen Junior PSSI jang memindjam nama Pendirinja untuk kedjuaran remadja (sampai 19 tahun), kini sedang berlangsung… Continue reading

  • Sisa dari Piala Sukan

    Tempo 12 Agustus 1972. Tim PSSI A ikut kejuaraan pesta sukan di Malaysia. tapi tenaga mereka tinggal sisa setelah mengikuti kejuaraan di merdeka games 1972. tim PSSI A menjadi favorit juara disamping Jepang. TIDAK mengedjutkan, kesebelasan Indonesia B (batja: Selection) terbilang “tiga-ketjil” dalam Merdeka Games di Kuala Lumpur jang baru lalu. Kesusu dalam penjusunan dan… Continue reading

  • Tumbangnya Pele Di Senayan

    Tempo 1 Juli 1972. Pertandingan PSSI-Kes. Santos, Brasil berlangsung di stadion Senayan. pemain santos, Pele yang dianggap akan mengesankan, ternyata membuat kecewa. selain bermain lambat, pertandingan nyaris ricuh.   MAKSUD saja hendak menolong dia bangun”, kata Iswadi pada TEMPO, “tapi iktikad baik saja dibalas dengan sikut”. Sampai disini kanan luar PSSI jang berkaos nomor 13… Continue reading