Sepak Bola

  • Awas, Pak Bardosono! Satu PSSI, Berapa Bahasa ?

    Tempo 15 November 1975. PSSI tak pernah berhenti bergolak, peristiwa tiga minggu ini mengingatkan orang pada suasana menjelang Kongres PSSI di Yogya hampir setahun yang silam. Waktu itu menjelang pemilihan pengurus baru, PSSI baru dibikin babak belur dari perlawatannya ke Eropa.- Sekarang menjelang turnamen Pre Olimpik, PSSI pun baru mengalami serangkaian kekalahannya dari perlawatannya ke Selandia… Continue reading

  • Warna Agung, Warna UMS

    Tempo 18 Oktober 1975 PADA tanggal 1 sampai dengan 8 Oktober yang lalu, team Warna Agung, juara antara klub perusahaan se-DKI Jaya mengadakan perlawatan ke Singapura. Wartawan TEMP0, Lukman Setiawan yang ikutt menyertai perlawatan tersebut menurunkan laporan berikut: Cuma satu pertanyaan Benny Mulyono ajukan pada saya. “Perlawatan kita ke Singapura sukses atau tidak?” Ini terjadi… Continue reading

  • Tendangan Eksekusi Andi

    Tempo 13 September 1975. JACOB Sihasale melangkah gontai menuju titik putih. Kepalanya dibalut perban. Akibat cedera yang dideritanya ketika berebut bola di area pertahanan kesebelasan Jayakarta. Dalam kondisi fisik dan mental yang tak prima itu. ia terpilih untuk melakukan eksekusi setelah team Assyabaab tak berdaya menahan kedudukan seri. Sekalipun pertaningan telah mengalami perpanjangan waktu (2… Continue reading

  • Lain Tamtama, Lain Utama

    Tempo 06 September 1975. JALINAN kerjasama di lini belakang PSSI Tamtama memang terasa agak hidup dengan kehadiran Rusdi Bahalwan di rusuk kiri. Dan Sutan Harhara di sisi kanan. Ketimpangan dalam membendung serangan lawan, kembali terkendali. Berhadapan dengan kesebelasan Dnepr (Uni Soviet) dan Rosario Central (Argentina) permainan yang mereka suguhkan tidak terlalu buruk. Meski juga tidak… Continue reading

  • Datang untuk pamit

    Tempo 28 Juni 1975. NAFAS baru memeng tertiup seketika dalam tubuh kesebelasan PSSI dengan kehadiran Ronny Pattinasarany dan Risdianto. Melangkah ke semi-final setelah membendung ketrampilan team Muangthai dan Malaysia: 5-0 (1–0) dan 3-1 (1-1). Tapi kebolehan yang diperlihatkan PSSI dalam babak penyisihan itu, menjadi hampir tak ada artinya di kaki pemain-pemain Burma. Jalan bagi kesebelasan… Continue reading

  • Biarlah Persija Saja (Persija vs Offenbach)

    Tempo 11 Januari 1975. BERGANTI tahun bersama Kickers Offenbach, PSSI menampilkan Kesebelasan Wilayah III, Wilayah I dan Persija untuk melayani sang tamu. Offenbach yang pernah mencukur Kesebelasan Nasional 5-1 yang melawat ke Jerman Barat tahun lalu, mengalahkan Wilayah III dan Wilayah I masing-masing 4-2 dan 5-0. Dua pertandingan di buntut tahun 1974 itu pas betul… Continue reading

  • Dollar Buat Persija

    Tempo 04 Januari 1975. DEBUT Persija dalam turnamen bayaran di Hongkong tidak mengecewakan. Dalam pertandingan 4-besar di hari Natal 1974 anak-anak Jakarta berhasil mengantongi 7 ribu dollar (AS) dan gelar runner-up. Memukul kesebelasan tuan-rumah Seiko 1-0 di hari pertama, Persija dipaksa tunduk di final oleh kesebelasan Korea Selatan 1-3, yang sebelumnya menundukkan South China 3-0.… Continue reading

  • Kwartet Indonesia

    Tempo 30 November 1974. DI sebuah kamar tidur Surya Lesmana, Risdianto, Gunawan dan Jeffrey menjamu saya makan siang. Kamarnya sempit. Lebih kurang 2� x 2� meter. Hari Sabtu 2 Nopember itu mereka bebas dari latihan sore. Gunawan sibuk melayani hidangan, Jeffrey menawarkan minuman. Sebuah meja lipat dibuka. Kamar yang telah diisi dua ranjang-susun makin sempit. “Asem… Continue reading

  • Ujung Pandang Gondol Piala Suratin 74

    Tempo 23 November 1974. TURNAMEN Empat Besar memperebutkan Piala Suharto tampaknya lebih menarik dari pertandingan internasional manapun. Nafsu keempat kesebelasan untuk merebut piala juga selalu merangsang pejabat daerah yang bersangkutan untuk lebih giat memompa semangat anak-anak mereka. “Anak-anak Jakarta harus lebih fanatik”, kata Ali Sadikin beberapa hari menjelang turnamen. Sementara ketiga kesebelasan lain melalui masing-masing… Continue reading

  • Gantung Sepatu Dulu Deh !

    Tempo 05 Oktober 1974. PSSl memancing heboh lagi. Anjas dan kawan-kawan “menghilang” tanpa berita. Begitu sebuah judul berita olahraga Kompas (tanggal 23 September 1974). Isi berita selanjutnya mengatakan bahwa rombongan PSSI tur Eropa itu seharusnya tiba kembali pada tanggal 19 September. Namun sejak tanggal 18 September Sekretariat PSSI kehilangan kontak dengan mereka. Juga disebutkan, sejak Suparyo… Continue reading