Sepak Bola
-
Junaidi Dan Bardosono
Tempo 25 September 1976. NASIB Junaidi Abdillah menggelinding ibarat bola. Jumat, 3 September siang, perjalanan karirnya sebagai pemain gelandang nasional telah digadskan lain oleh Ketua Umum PSSI, Bardosono. Ia diskors untuk jangka waktu 2 tahun tidak jelas terhitung mulai tanggal berapa. Surat Keputusannya belum dikeluarkan secara resmi. Lantaran keberangkatannya ke Eropa guna mencoba mengadu peruntungan… Continue reading
-
Garuda Diterkam Harimau
Tempo 10 Juli 1976. “SAYA telah mempelajari kekuatan dan kelemahan PSSI Harimau. Dan saya sudah tahu bagaimana cara menjinakkan permainan mereka”, lagak team manager PSSI Garuda, T.D. Pardede menyulut sumbu perang urat syarat, 2 hari menjelang pertandingan antara 2 kesebelasan nasional. Dan tambahnya: “saya tidak hanya ahli bola. Tapi juga ahli perang. Karena itu akan… Continue reading
-
Masuk Kotak Melulu (Anni Cup 1976)
Tempo 26 Juni 1976. LAKON PSSI Garuda dalam turnamen Piala Anniversary, pekan lampau ternyata — tak mampu mengobat kelesuan hati penggemar sepakbola di Indonesia. Team yang disusun dengan sistim main comot itu, malah kian mempertebal rasa kecewa mereka. Mengawali turnamen dengan menahan seri (2 – 2) kesebelasan Korea Selatan, harapan mereka untuk melangkah ke final… Continue reading
-
Segalak Namanya? (PSSI Harimau)
Tempo 26 Juni 1976. BEKAS pemain team Pre Olimpik 1976 — minus Lukman Santoso, Nobon, Suhatman, Johannes Auri, Robby Binur, Waskito, dan Taufik Lubis yang bernaung di bawah panji PSSI Garuda — kini menyandang nama yang lebih galak: PSSI Harimau. Diasuh oleh drs F.H. Hutasoit dan Sinyo Aliandu, kebolehan PSSI Harimau bakal diuji di kaki… Continue reading
-
Harimau Ompong?
Tempo 12 Juni 1976. DUA kali team – Anni Cup PSSI kalah lawan Middlesex Wanderer dari Inggeris. Pertama 0-2 di Cirebon, kedua 1-2 di stadion Utama Senayan. Team Anni PSSI yang semula diproyeksikan terdiri dari mayoritas pemain Persipura, pada pertandingan 1 Juni lalu itu lebih menyerupai team asal jadi. Ia adalah contoh gamblang dari… Continue reading
-
Yang Menang, Yang Kalah: Wasit (Final Piala Suharto 76)
Tempo 1976. Pertandingan final piala Suharto antara team Persija dan Persipura tertib. Banyak ketimpangan dilakukan pimpinan pertandingan: wasit dan hakim garis. Hutasoit cemas atas rendahnya mutu wasit. (or) KETIKA team Persija dan Persipura tengah melakukan latihan pemanasan di ruang bawah Stadion Utara Senayan menjelang pertandingan final turnamen Piala Soeharto, Senin 19 April malam lalu, tiba-tiba… Continue reading
-
Dibalik Seragam Putih Merah
Tempo 28 Februari 1976. UNTUK pertama kali Kesebelasan Nasional Indonesia memakai kostum baju kaos putih, celana merah dan kaos kaki putih. Biasanya merah putih atau lainnya itu terjadi pada pertandingan Pre Olimpik ketika mereka berhadapan dengan Kesebelasan Republik Demokrasi Rakyat Korea. Jumat tanggal 20 Pebruari. Warna baju kaos merah dipakai kesebelasan tamu. Seratus ribu lebih penonton… Continue reading
-
Pre-Olimpik: Pertanyaan Dan … Licin Dan Sempit
Tempo 21 Februari 1976. KEHADIRAN Korea Utara menjadi kenyataan. Bersama Indonesia finalis “16 besar” Kejuaraan Dunia 1966 di Inggeris ini favorit untuk muncul di final. Meskipun peluang untuk memenangkan turnamen Pre olimpik ini diintai terus oleh Malaysia, yang pernah tergolong dalam “16 besar” di Olimpiade Munchen 1972. Singapura dan Papua Nugini masih diharapkan bisa menimbulkan kejutan.… Continue reading
-
Sudah Siap Coerver? Lika-Liku Menuju Team Pre Olimpiade 1976
Tempo 27 Desember 1975 LEPAS suatu pertandingan percobaan wajah Coerver kelihatan murung. Hari itu Jumat malam tanggal 12 Desember. Sore sebelumnya calon Team Pre Olimpik PSSI baru saja mencatat kemenangan menyolok 9–2 atas kesebelasan Porkam/Pertamina di Stadion Pertamina, Cirebon. Tapi nampaknya skor itu tak menambah kecerahan suasana. Soalnya bukan karena kemenangan tersebut diraih lewat permainan yang… Continue reading
-
Persija, Persebaya, Ya Sama
Tempo 22 November 1975 SEPEKAN lepas meraih predikat juara bersama PSSI kekecewaan publik sepakbola ternyata tak terobati oleh Persija ketika kebolehan mereka diuji degan kesebelasan nasional Selandia Baru Sabtu lalu. Meski sebelum jedah, kwartet Sutan Harhara, Suaeb Rizal, Oyong Liza dan Jim Ibrahim masih mampu memberikan harapan untuk bemain sama kuat kalau tidak akan menang… Continue reading
