Olah Raga
-
Yang selection dan yang senior
Tempo 16 Februari 1974. PADA menit ke-12 terjadi perebutan bola di muka gawang PSSI Selection antara Risnandar, Kapten PSSI dan Luis Antonio, kiri-luar Juventus Brasil. Keadaan berbanding 80: 20 untuk poros-halang PSSI itu. Dan benar juga, Risnandar berhsil menguasai bola, paling tidak untuk satu-dua detik. Sebab selagi ia berusaha menutup terobosan Antonio dengan punggungnya dan menentukan… Continue reading
-
Empat Tahun Kesebelasan Jayakarta
Tempo 12 Januari 1974. Dalam usia 4 tahun Jayakarta mencoba meningkatkan kegiatannya dengan pertandingan international, ke Malaysia, melawan kesebelasan Wacker (Jer-Bar). Jayakarta masuk ke Divisi I Persija. (or) MENGINJAK usia 4 tahun, “kami coba meningkatkan kegiatan kami dalam pertandingan internasional”, kata Frans Hutasoit, Ketua PS Jayakarta yang untuk tahun 1973 sekaligus merebut gelar “Penunjang Olahraga” (dari… Continue reading
-
Lakon Nobon
Tempo 26 Januari 1974. Pada permainan PSSI-Rapid austria dan PSSI-Khmer, dalam anggota PSSI pilihan Suwardi Arland ditemukan nobon sebagai gelandang penyerang. Gol yang diperolehnya merupakan hasil kepekaannya terhadap situasi. PSSI mengawali bulan pertama tahun 1974 dengan kalah dan menang 1-2 lawan Rapid Austria dan 3-1 lawan Khmer. Yang pertama untuk met1cari uang dan pengalaman dan… Continue reading
-
Menjajagi kelemahan (Persija vs Dukla Praha-Ceko)
Tempo. Juara PSSI, persija, berhadapan dengan kesebalasan tamu dari cekoslowakia, dukla praha di senayan. skor 3-0 buat kemenangan dukla. kesebelasan persija masih harus memupuk kestabilan dalam permainan cepat. RABU pekan lalu, sekitar 40.000 penonton di Stadion Utama Senayan sempat menyaksikan Persija, Juara PSSI menempuh ujian pertama. Karena lawannya Dukla Praha, team utama Cekoslowakia, ditambah lagi… Continue reading
-
Hadiah Juara Buat Warga Kota (Persija Juara PSSI 1973)
Tempo 22 Desember 1973. Kesebelasan Persija berhasil mengalahkan kesebelasan Persebaya (1-0) dalam grand final kejuaraan nasional PSSI. Persebaya bermain kasar dan nyaris terjadi baku hantam. Wasit Djuremi tak berwibawa. DI bawah tatapan mata gubernur Moh. Noer, kesebelasan Persebaya berbuat segala-galanya untuk merebut kembali gelar juara yang pernah direnggutnya 21 tahun yang lalu — termasuk bermain… Continue reading
-
Kembalinya Abdul Kadir
Tempo 15 September 1973. 18 pemain sepak bola masuk TC PSSI untuk mengadakan piala presiden. Pemain diperkuat Abdul Kadir yang sejak dulu ambil cuti. Kini kadir hidup lebih terjamin karena dia diterima sebagai karyawan warna agung. 18 pemain yang semula dipanggil masuk TC PSSI ke President’s Cup memang pas-pasan. Dengan kata lain mereka hampir dipastikan akan… Continue reading
-
Ke Korea Tanpa Wibawa ?
Tempo 1 september 1973. 18 pemain PSSI disiapkan ke turnamen president’s cup di Seoul. Pemain diambil dari Jakarta, Medan, Surabaya, Ujung Pandang. Dianggap para pemain asal jalan, bahkan memenuhi selera tim manajer. Ke-18 pemain yang dipanggil measuki TC PSSI ke Turnamen President’s Cup di Seoul (tanggal 22 September sampai I Oktober), bukanlah hasil main comot dari… Continue reading
-
Hasil Maksimal Tim Ala Kadarnya
Tempo 30 Juni 1973. Gagalnya PSSI merebut piala anniversary Football Tournament’73 di Jakarta karena absennya beberapa pemain. Seusai turnamen diadakan pertemuan pemain & pengurus PSSI. Soh Chin Aun sebagai pemain terbaik. NASIB PSSI memang sebulat bola, sejauh dikaitkan dengan Jakarta Amlivcrsary FootballTournament 1973. Tidak hadirnya Yuswardi dan Tumsila sakitnya Anwar Ujang dan Andi Lala,… Continue reading
-
Piala Marah Halim 1973, Turnamennya Mahal, Mutu Tidak
TEMPO, 5 Mei 1973. Pada turnamen piala marah halim terjadi banyak kericuhan. atas perintah ketua oc tiket pertandingan yang sebelumnya tak laku, dijual lagi untuk biaya regu sum-ut di pon viii. final psms-persija tak bermutu. Turnamen Marah Halim yang baru lalu ternyata berekor heboh yang cukup menggemparkan masyarakat sepakbola. Koresponden TEMPO di Medan, Zakaria Passe,… Continue reading
-
Indonesia 1986-87, Saat Merah Putih Berkibar
Indonesia 1986-87, Saat Merah Putih Berkibar KOMPAS/Kartono Ryadi Ricky Yakobi (kiri) dan kawan-kawan saat mengalahkan Burma (sekarang Myanmar) 4-1 di semifinal SEA Games 1987. Indonesia akhirnya tampil sebagai juara untuk pertama kalinya. “Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku…. Indonesia raya merdeka-merdeka, hiduplah Indonesia raya….” JUTAAN anak bangsa tak kuasa menahan haru mendengar lagu kebangsaan “Indonesia… Continue reading
