Olah Raga
-
Menghindari Bahaya Teror
Tempo 29 Juni 1974. SUASANA pertandingan antara Jayakarta — Maluku memang agak luar biasa. Menjelang berakhirnya putaran pertama kompetisi Divisi I, acara hari Minggu tanggal 16 yang lalu telah mempertemukan kedua kesebelasan untuk menentukan urutan teratas dari “5 Besar” Persija. Tapi yang di luar dugaan pecandu sepakbola, adalah peristiwa yang mengiringi pemain Jayakarta turun ke lapangan.… Continue reading
-
“Begitulah Kemampuan Kita” (Piala Universarry 1974)
Tempo 15 Juni 1974. JALAN bagi team Indonesia untuk meraih Piala Anniversary dalam turnamen JAFT memang telah kelihatan berkerikil, ketika pada pertandingan pembukaan melawan kesebelasan Birma 1 Juni lalu. Maung Aye Maung dan kawan-kawan menang 4-2 atas tuan rumah. Harapan itu kian menipis lagi sewaktu pemain-pemain Tanah Semenanjung menahan laju trio Waskito-Kadir-Risdianto 3-3 menjelang jedah… Continue reading
-
Kurang Profesional
Tempo 01 Juni 1974. KETIKA Kadir pada menit ketiga luput memanfaatkan tendangan penalti ke dalam gawang Kesebelasan Piala Dunia Australia, sekitar 60.000 penonton pun ikut merasakan kehilangan peluang untuk membuat revans. Pertandingan tanggal 21 Mei di Stadion Utama itu memang memberi beban khusus kepada anak-anak asuhan Djamiat untuk membalas kekalahan yang pernah dideritanya dalam babak… Continue reading
-
Percobaan Di Menteng
Tempo 18 Mei 1974. TANPA Anwar Ujang, Yuswardi dan Nobon, asuhan Djamiat tidak bergaya pola semestinya. Ditodong pertanyaan reporter Herry Komar dan TEMPO, apakah ia “puas atau tidak” akan prestasi Kesebelasan PSSI pada turnamen Ulang Tahun ke-80 MAESA, Djamiat memilih tutup mulut plus secuil senyum. Tapi belasan ribu publik Menteng tidak peduli. Seolah telah… Continue reading
-
Ulang Tahun Anti-Klimaks (PSSI vs Uruguay 2-1)
Tempo 04 Mei 1974. Ulang Tahun Anti-Klimaks BUKAN saja menunda rasa kecewa penggemarnya, Kesebelasan PSSI malahan memperpanjang harapan mereka. Berhadapan dengan Kesebelasan World Cup Uruguay minus beberapa pemain intinya, PSSI pada pertandingan tanggal 19 April mempersilahkan 60.000 penonton Stadion Utama untuk memperbincangkan prospeknya. Tentu saja kali ini mereka patut mendapat ujian. Bukan lantaran pemain-pemain Uruguay… Continue reading
-
Socrates Lumayan Menawan dan Menang
Kompas 26 Januari 1983. Tunas Inti vs Corinthians 2-3. Meski tampil tak seistimewa yang mungkin diharapkan sekitar 40.000 penonton,Corinthians toh masih tetap memukau dan cukup pantas menundukan Klub favorit Juara Galatama Tunas Inti 3-2 (3-1) di Stadion Utama Senayan,Kamis Malam. Gol tamu diciptakan Mauro pada menit ke-8,Socrates menit ke-16 dan Casagrande menit ke-24.Gol balasan tuan… Continue reading
-
Gol Fandi dan Joko Malis Taklukan Arsenal
Kompas 17 Juni 1983. Niac Mitra 2, Arsenal 0. Niac Mitra mengukir kenangan indah lagi di depan ribuan penggemarnya di Stadion Gelora 10 Nopember ketika sore kemarin agak diluar dugaan menaklukan klub kenamaan Inggris, Arsenal, dengan kemenangan mutlak 2-0 (1-0). Fandi Ahmad penyerang impor dari Singapura yang bersama kiper David Lee mengucapkan Sayonaea seusai pertandingan,… Continue reading
-
Lelucon Skor 13-12 (Piala Marah Halim 74)
Tempo 27 April 1974. ADU jotos di lapangan hijau sebagai konsekwensi permainan yang keras memang tak mungkin terelakkan. Apalagi kalau kedua kesebelasan sudah merupakan musuh berbuyutan. Turnamen Piala Marah Halim kali ini pun tak terlepas dari keadaan semacam itu. Diawali dengan saling baku hantamya pemain Korea Selatan dengan anak-anak bola Vietnam Selatan di babak… Continue reading
-
Tunggu Dua Tahun Lagi
Tempo 23 Maret 1974. FIFTY-FIFTY, ramal Kamaruddin Panggabean kepada TEMPO. Ucapan ini disampaikannya 15 menit menjelang team Regional I turun ke lapangan menghadapi kesebelasan Regional III. Tapi kans 50 pertama dari final malam itu bukanlah untuk anak asuhan Panggabean. Karena begitu 5 menit selelah wasit Kosasih Kartadiredja dari Sukabumi meniup peluit pembukaan, gelandang kiri Erwin… Continue reading
-
Yang Pertama Dikontrak Putih
Tempo 16 Maret 1974. MESKI kandas di kaki kesebelasan Irak dan Australia dalam ronde penyisihan Kejuaraan Dunia 1974 di Sydney, pertengahan Maret tahun lampau namun seni bola yang disuguhkan pemain-pemain Indonesia telah menjadikan mereka kembang rose di mata publik negeri Kangoroo. Gambaran tak indah yang ditulis pers selama ini sekarang berbalik menjadi puji. Kini, “mereka adalah… Continue reading
