Seni Budaya
-
Dua Raja Satu Panggung (Soneta vs God Bless)
Tempo 14 Januari 1978. ACARA musik melepas tahun 1977 diserahkan kepada OM Soneta pimpinan Rhoma Irama dan God Bless pimpinan Ahmad Albar. Berlangsung di Istora Senayan, 31 Desember yang lalu, atas prakarsa Karang Taruna Pasar Baru dan dikoordinir oleh muda-mudi “Siliwangi”. Acara itu bermula hendak dilepaskan di gedung mewah Balai Silang. Tapi Haji Oma Irama… Continue reading
-
Lagu Begitu Kok Menang (LCLR Prambors 1978)
Tempo 20 Mei 1978. TAK tersangka, lombacipta lagu remaja ke II yang diselenggarakan oleh ‘Prambors Rasisonia’ dirubung oleh 1.295 buah lagu. Juri yang diketuai achmad Albar, dengan barisannya Mus Mualim, Rahadi Purwanto, Temmy Lesanpura, Bens Leo, Donny Fatah, Keenan dan Yoki, sampai kelabakan pasang kuping.Akibatnya keputusan yang seharusnya dikoar-koarkan pertengahan April baru 4 Mei yang… Continue reading
-
Nasib Bintang Kawakan, Dahlia
Tempo 30 Juli 1977. DAHLIA menyewa kamar itu Rp 20.000 sebulan. Ukuran 2 x 3 meter, berisi dua buah dipan berkasur tipis, sebuah meja yang sarat oleh piring dan perlengkapan dapur sederhana, baju-baju yang disampirkan, tersusun rapi di sudut, beberapa buah buku, dan boneka anjing-anjingan. Kalau ada tamu datang, digelar sebuah selimut abu-abu sebagai pengganti… Continue reading
-
Si Tahun 30-an Kembali
Tempo 02 April 1977. PENTAS klab malam Tropicana di Senayan, Jakarta, Sabtu malam 19 Maret memunculkan pertunjukan serba tua. Para artis film dan panggung yang sudah lanjut usia, tergabung dalam grup ‘Gaya Tangkiwood’, mempersembahkan ‘Kabaret 1930-an’. Tarian-tarian dibawakan oleh Hasnah Harun (48 tahun), Sukaesih (64), Rosali (67) dan Siti Rukmini (66). Lalu lagu-lagu zaman dulu,… Continue reading
-
Eksperimen Guruh Sukarno Putra
Tempo 02 April 1977. MUHAMMAD Guruh Irianto Sukarno Putra, yang mendadak terkenal karena lagu Renjana, memang tak berhasil membawa kemenangan dari Tokyo. Tapi mahasiswa tahun ke-3 Universitas Amsterdam jurusan arkeologi ini terus bergulat dengan musik. Sebelum menulis lagu-lagu pop, dia memang getol nongkrong di belakang gamelan. Mula- mula orang mencemoohkannya karena dianggap sebagai keisengan seorang… Continue reading
-
Mpok Ani Digemari Rakyat (RRI Jakarta)
Tempo 19 Maret 1977. “TUKANG sado datang dari Jakarta, yahoi!” Lagu yang dibawakan Benjamin S. ini (ciptaan Maruti, bekas pemain orkes Lief Java zaman dulu) mengiringi acara RRI Jakarta yang bernama ‘Obrolan Tukang Sado dan Tukang Gado-Gado’. Selalu setelah teriakan yahoi, masuk suara tapak kuda berlari plus kelining-kelining. Lalu seruan: Assalamu alaikum . . .… Continue reading
-
Potret Pendek Seorang Penghibur ( Benyamin.S )
Tempo 01 Januari 1977. SETELAH Bing tiada, setelah Kwartet Jaya pecah, setelah Gudel berhenti pada langkah kecil, sering ditanyakan pada siapa lagi kita letakkan harapan sebagai penghibur kita semua. Banyak grup bermunculan di ibukota. “Surya Grup” misalnya. Tapi ada seorang yang jauh lebih menampakkan potensi, karena dia berjuang sendiri. Setidak-tidaknya bahaya laten berupa perpecahan yang… Continue reading
-
Juara Pop Singer di Tokyo 1976
Tempo 26 Juni 1976. RAMBUT kribo keriting Kumis tebal dan kulit gelap. Penyanyi pop asal Maluku, Melky Gouslow, 29 tahun, rasanya lebih cocok jadi centeng ketimbang jadi penyanyi. Nyatanya, dia mempunyai kebolehan suara. Melky, berhasil merebut kejuaraan Pop Singer 1975 dan turut berlomba ke Tokyo untuk World Pop-song Contest. Sama halnya rekannya sekampung Broery Pesolima.… Continue reading
-
Albar kesusu
Tempo 26 Juni 1976. AKHIRNYA grup musik jingkrak God Bless mengeluarkan juga rekamannya yang pertama. Dengan menampilkan wajah Ahmad Albar sebagai bungkus, serta mencantumkan judul lagu-lagu .Setan tertawa, Huma di atas bukit, Gadis binal, rupa-rupanya diharapkan kaset ini bakal dibeli juga oleh mereka yang tidak suka jingkrak. Apalagi lagu pertama dalam muka A, Huma di… Continue reading
-
“ini dia bomber kita …”
Tempo 17 April 1976 TUBUHNYA subur, Gembrot. Tingginya tak lebih dari 155 sentimeter. Beratnya pun selalu di atas 70 kilogram. Masuk akal kalau Laksamana Muda TNI A. Wiriadinata (sekarang Wagub DKI Jaya- ketika itu komandan Kopasgat) sampai nyeletuk “ini dia bomber kita” — setiap kali si gendut muncul di pentas menghibur keluarga TNI-AU Bandung, 1960.… Continue reading
