Olah Raga
-
Exitnya Hutasoit
Tempo 21 Juli 1971.Frans Hutasoit baru seumur jagung menjadi ketua komisi teknik PSSI, sudah tak sanggup lagi membina pemain PSSI. Sasaran komda Sumbar, Kamaruddin panggabean sebenarnya adalah mengenyahkan Jallal & Jamiat. UDARA segar dikompleks Senajan agaknja tidak dapat menjegarkan kesehatan Drs Frans Hutasoit. Dia sakit dan merasa tidak sanggup lagi meneruskan tugas Ketua Komisi Teknik… Continue reading
-
(Berdirinya) Kesebelasan “Pro” Jaya Karta …
Tempo 21 Oktober 1971. Frans Hutasoit, kepala direktorat II DKI yakin bahwa pembinaan basis klub dapat meningkatkan mutu. Timbul pro & kontra di kalangan PERSIJA & penggemar sepak bola. PERSIJA takut pemainnya dipreteli. UTJAPAN atau ramalan Helenio Herrera-jang mendjadi kenjataan di Italia (lihat box: Musim Semi Sepak Bola), setahun jang lalu diulang kembali oleh Frans… Continue reading
-
Kejuaraan PSSI 1971 (PSMS Medan Juara)
Tempo 21 Oktober 1971.Kejuaraan sepak bola PSSI tahun 1969-1971 dimenangkan oleh PSMS Medan. PSMS Medan berhasil merebut gelar 3 kali berturut-turut sejak tahun 1967. PSM Makassar menduduki juru kunci “4-besar”. TAMPILNYA PSMS Medan sebagai Djuara Kompetisi PSSI periode 1969–1971 menggoreskan tinta-emas dihalaman sedjarah PSSI sedjak Proklamasi sebagai satu-satunja Kesebelasan jang berhasil merebut gelar djuara 3 kali… Continue reading
-
Ronny Patinasarani Meninggal Dunia
19 September 2008 | 16:08 WIB Berita sore.com. Jakarta ( Berita ) : Legenda sepak bola nasional, Ronny Pattinasarani, Jumat [19/09] siang sekitar pukul 13.30 WIB, meninggal dunia RS Omni, Pulomas karena sakit. Humas PSSI, Tubagus Adi menyebutkan, almarhum yang berusia 59 itu menurut rencana akan disemayamkan di rumah duka, Pulomas 3B nomor 9, Jakarta… Continue reading
-
Dari Bali Berkisah Tony Pogacnik
Tempo 21 Agustus 1971.Eks coach sepak bola asal Yugoslavia Tony Pogacnik dianggap orang pertama meletakkan dasar-dasar persepak bolaan modern di Indonesia. Pada tahun 1962 teamnya dapat mencapai standar internasional. ACHIR-ACHIR ini nama Tony Pogacnik kembali disebut-sebut dalam hubungan dengan keputusan PSSI untuk mendatangkan coach dari luar negeri. Bekas Coach sepakbola asal Jugoslavia ini dianggap sebagai… Continue reading
-
Bagaimana Menarik Kolor …
Tempo 1 Januari 1972. Tim PSSI B yang dilatih Endang Witarsa kalah melawan kesebelasan Csepel dari Hongaria. Endang mengajar anak asuhannya bermain kasar dan kotor, sampai ke cara menarik kolor. PSSI A lebih baik. SELAMA masa “tjuti”-nja tiga tahun tidak memegang team PSSI. Dokter Gigi jang lebih banjak berpraktek dilapangan Petak Sinkian daripada di kliniknja,… Continue reading
-
Percobaan PSSI Pra Olimpiade
Tempo 4 Maret 1972. Tim PSSI Pra Olimpiade melawan kesebelasan Odense dari Denmark. PSSI bermain jelek, juga Odense. hasilnya 0-0. ketika PSSI bermain dengan Dynamo, berakhir 6-3. kali ini PSSI baru menemukan bentuknya. INILAH pertandingan “tryout” PSSI jang pertama –melawan Odense dan Dynamo – setelah pimpinah PSSI memutuskan untuk memberangkatkan kesebelasan Nasional ke Prelimpik di… Continue reading
-
Tumbal Witarsa
Tempo 12 Februari 1972. Pemberangkatan PSSI A ke Rangoon dibarengi dengan dilepasnya Aang Witarsa sebagai pelatih. Ia digantikan oleh jamiat. Konon, pengunduran-dirinya itu karena rencana kerja yang ia usulkan ditolak oleh PSSI. HIDUP PSSI seperti tjuatja. Mudah berubah seperti musim pantjaroba. Suasana tjerah bisa tiba-tiba berubah gelap: keputusan pemberangkatan team ke pre-Olimpik Rangoon diikuti dengan… Continue reading
-
Prestasi PSSI Selama Tahun 1971
Tempo 29 Januari 1972. Komentar suporter mengenai prestasi PSSI pada umumnya bernada sumbang: tak ada kemajuan atau malah tanpa target. tapi eks pemain pssi l.h tanoto, mengatakan prestasi pssi pada umumnya baik.MADJU, mundur atau mandeg? Pertanjaan ini tentu sadja dialamatkan pada Pengurus PSSI 1971-1975 jang telah menempuh 1/5 dari masa kerdjanja. Untuk menilai prestasi PSSI… Continue reading
-
Dicari Pengganti Seeler : PSSI vs Hamburg FC
Tempo 15 Januari 1972. Pemain terbaik Jerman Barat Uwe Seeler bersama kesebelasan Hamburg bermain di Senayan. ia mendemonstrasikan kebolehannya walau baru 50%. ia akan mundur, karena kontraknya dengan Hamburg habis. DJIDAT dan ubun-ubunnja sudah mendjadi satu. Dibawah sorotan lampu Stadion Utama pemain berambut pirang itu nampak lebih botak dan lebih tua dari usianja 34 tahun.… Continue reading
