Kedaulatan Rakyat 8 Oktober 1988. HARI ini Sabtu Wage, Oktober 1988 atau 26 Sapar 1921. Jenazah Sri Sultan Hamengkubuwono IX dimakamkan di makam Imogiri. Orang besar itu telah mening galkan kita untuk selama-lamanya. Seluruh keluarga berduka. Masyarakat Yogya me nundukkan kepala. Bangsa Indonesia kehilangan. Selamat jalan orang besar. Tidak seorangpun dari kita yang mengingkari bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah orang besar dalam arti yang sungguhnya. Beliau besar, bukan saja karena Sri Sultan, seorang raja yang ‘disuyuti’ , seorang mantan Wakil Presicien dan menteri, tetapi lebih dari itu secara ‘jiwani’ Sultan memang besar.

Orang besar yang sesungguhnya bukan karena ia menduduki berbagai jabatan, tetapi seorang pemimpin yang sikap dan perilakunya memang menunjukkan kebesaran itu. Dan apabila kita menelusuri seiarah perjuangan bangsa, akan terpampang jelas bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah pribadi yang ‘pilih tanding’. Baik nasionalismenya, kereakyatannya, pandangannya yang modern tetapi tetap menjun jung tinggi tradisi maupun kesederhanaannya.

Kebesaran jiwa Sri Sultan HB IX sudah diperlihatkan pada awal kemerdekaan. Bukan saja karena maklumatnya yang terkenal itu bahwa kasultanan Yogya adalah bagian dari Republik, tetapi juga keberaniannya menghadapi Belanda. Sultan mana yang berani menantang Belanda dengan kalimatnya yang tegas : Tuan-tuan bisa berbuat apa saja di kraton saya, karena tuan-tuan bersenjata, sedang saya hanya manusia biasa yang tidak bersenjata. Tetapi sebelum tuan-tuan berbuat tuan-tuan harus mernbunuh saya lebih dulu.

Itu dialog antara Sultan dan Mayjen Meyer yang menunjukkan keberaniannya dalam menghadapi tentara pendudukan Belanda. Sikap yang membuat ‘keder’ Jenderal Belanda itu, sekaligus menumbuhkan penghargaan yang besar terhadap Sultan. Meyer yang pada mulanya berkeras masuk ke dalam kraton itu kemudian mundur teratur. Kebesaran jiwa yang juga ditunjukan dalam sikap kedermawanan. Orang tentu masih ingat ketika pemerintah tidak mampu mernbayar para pegawal. Sultan Hamengku Buwono IX merelakan harta kraton untuk membayar para pegawai RI tersebut.

Berbagai sikap simpatik yang mencerminkan kebesaran jiwa ditunjukkan Sri Sultan, Kita nyaris kehabisan kalimat pujian bagi beliau. Coba simak komentar para pejabat dan tokoh masyarakat. Sri Sultan itu sederhana, tetapi berwibawa, kata Syafrudin Prawiranegara yang mantan Presiden Pemerintah Darurat Repubilk indonesia (PDRI). Sri Sultan orang yang benar-benar konsekuen, kata Jenderal AH Nasution. Sri Sultan intergritas yang tinggi. Kita kehilangan orang besar. bersama-sama Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Sjahrir adalah orang-orang yang memberi jalan dan membentuk kemerdekaan Indonesia. Itu kata Dr Sudjatmoko, mantan cendekiawan dan mantan Rektor Universitas PBB.

Sri Sultan Hemengku Buwono IX telah tiada. Tetapi nama harumnya akan tetap tercium generasi mendatang. Sebab sejarah pasti mencatatnya. Komentar-komentar terhadap Sri Sultan yang semuanya bagus menunjukkan bahwa beliau adalah pemimpin bangsa yang patut menjadi teladan. Dan puncak dari segala pujian itu datang dari Presiden Soeharto. Wafatnya Sri Sultan, berarti kita kehilangan salah seorang pemimpin bangsa, kata Pak Harto.

Hari ini kita akan benar-benar berpisah dengan Sri Sultan, Hemengku Buwono IX. Rasa-rasanya kita tidak rela ditinggalkan beliau. Rasa-rasanya Sri Sultan terialu cepat dipanggil Tuhan, padahal usia beliau sudah mencapai 76 tahun. Tanda-tanda orang baik adalah kita sangat berduka apabila ditinggalkan. Sri Sultan orang baik, maka kita amat berduka hari ini berpisah dengan beliau. Namun sekalipun Sri Sultan adalah raja, beliau manusla yang tidak akan lepas dari sifat fana. Maka kita harus menerima kenyataan ini dengan ikhlas. Hari ini Sri Sultan mulai meniti perijalanan menghadap raja yang lebih agung, Allah Yang Maha Esa. Kita berdoa agar jalan itu lempeng. Amal bakti dan kebaikannya akan membuat jalan itu lempeng. Sebagai manusia barangkall Sri Sultan juga punya kelemahan. Namun yang kita lihat selama ini adalah kebaikan-kebaikannya. Sebab beliau memang orang baik. Selamat jalan Suitan, selamat jalan orang besar.

TAJUK RENCANA SKH KEDAULATAN RAKYAT SABTU WAGE 8 OKTOBER 1988

Leave a comment

Quote of the week

"People ask me what I do in the winter when there's no baseball. I'll tell you what I do. I stare out the window and wait for spring."

~ Rogers Hornsby

Designed with KlipStori.com