
Boon Bee. Mengapa Boon Bee tidak ditjoba dengan Tat Wai? “Nanti dulu, kami ingin melihat semua kemungkinan” djawab Teh Gin Soei pada TEMPO. Team Manager Teh agaknja ingin mendjadikan Turnamen Terbuka ini sebagai eksperimen, meski djelas sekali potensi Boon Bee sebagai pemain ganda menuntut pasangan jang lebih seimbang.
Christian/Ade dengan gelar “All England”-nja njaris ditundukkan Aik Huang/ Aik Mong (15-10, 9-15, 15-6). Final jang menarik ini menjuguhkan permainan harmonis pasangan kakak-beradik Tan: keduanja sama kuatnja dalam menjerang dan hertahan. Mereka menguasai bidang permainan dengan posisi sedjadjar. Dengan melantjarkan drive-drive tanggung dan rendah, mereka mentjoba mendesak lawan untuk mengembalikan bola melambung. Pada saat ini smash mereka benar-benar terarah. Sebaliknja Christian/Ade tidak djarang terketjoh posisinja: sering terdjadi Ade mengambil posisi dimuka, sementara Christian dibelakang Pada posisi ini dimana Ade bertindak sebagai tukang taruh bola dan Christian sebagai algodjo, serangan tidak lagi terarah. Itulah sebabnja dalam set ke-2, pasangan Malaysia dengan mudah menjamai kedudukan (one set all). Ketjenderungan untuk menjerang dalam segala posisi oleh pasangan Indonesia dapat dipulihkan arahnja setelah Ade tidak terpantjing mendekati net dan Christian dapat menahan diri untuk tidak meninggalkan fungsinja sebagai pengatur serangam Keampuhan pasangan ganda Indonesia nampak belum stabil betul djika dilihat pola permainan mereka ketika melawan Aik Huang dan Aik Mong Soalnja bagaimana meningkatkan kerdjasama kedua anak muda ini dengan posisi Christian dimuka dan Ade dibelakang.
Iie Sumirat.
Dipartai tunggal, kemungkinan tergesernja Rudy dari kedudukannja sekarang masih merupakan impian. Dua orang pemain harapan masing-masing Liem Swie King (Djawa Tengah) dan Johan Wahjudi (Djawa Timur) tjukup mejakinkan, meski terlalu pagi untuk menilai mereka sebagai tjalon serius menggantikan Muljadi. “Mereka perlu mendapat perhatian”, komentar Rudy kepada TEMPO mengenai permainan mereka. Hanja itu, tidak lebih. Dan bagaimana dengan Iie Sumirat (Djawa Barat)? “Ia memiliki variasi pukulan jang menjulitkan lawan”, kata Djuara All Erlgland 5 kali ini, “tapi kalau sudah biasa berhadapan dengan dia, mudah sadja diatasi”. Rudy benar, Berapa kali ia terpedaja oleh gerak-tipu Iie. Meskipun dalam final tunggal Rudy dapat membereskan Iie 15-4, 15-5 dalam waktu terukur: masing-masing 12 menit 30 detik dan 12 menit 35 detik, toch terdjadi beberapa rally jang menegangkan. Rudy beberapa kali membiarkan dirinja didesak kesudut forehand-nja jang lemah, tanpa merubah langgam permainan dengan terkaman-terkaman kilatnja. Dalam rally sematjam ini nampak djelas tidak konsistennja Iie mendesak lawan. Sebab ia tjepat ragu dan mudah terpantjing untuk menggunakan variasi pukulannja, meski timingnja tidak tepat. Keraguan dan mudah patah hati ini menempatkan Iie dalam golongan pemain “lemah mental”, terutama djika dihubungkan dalam satu regu dengan pemain-pemain lainnja. Bagaimanapun Turnamen Terbuka Djakarta jang pertama dengan keuntungan bersih Rp 3,5 djuta untuk PBSI Djaya, merupakan langkah pertama menudju suatu tradisi bulutangkis jang bermutu.
Sumber : Arsip Majalah Tempo
Leave a comment