Kejuaraan pertama dilangsungkan bersamaan dengan kejuaraan dunia perseorangan, dengan kejuaraan Piala Sudirman dilaksanakan lebih dahulu. Ikut serta 28 negara, dengan enam tim menduduki teratas yangberhak atas Piala itu. Enam negara itu adalah Indonesia, Cina, Korea Selatan, Inggris, Denmark, dan Swedia. Keenam negara ini terbagi atas dua grup. Grup A ditempati Indonesia, Inggris, dan Korsel sedangkan grup B terdiri dari Denmark, Cina, dan Inggris.  Dua tim terbawah akan bertarung untuk menghindarkaan degradasi.Indonesia menjadi juara grup A setelah mengalahkan Inggris 5-0 dan Korsel 4-1. Inggris menjadi juru kunci karena kalah 0-5 dari Korsel. Di grup B Cina menjadi juara setelah menghancurkan Denmark 5-0 dan Swedia 4-1. Swedia menjadi juru kunci karena kalah 2-3 dari Denmark. Dalam perebutan posisi untuk tidak menjadi juru kunci, Swedia kalah dan harus degradasi ke divisi II. Dari divisi II yang menjadi juara adalah Jepang, sehingga pada kejuaraan berikutnya masuk ke divisi 1.Di semifinal Indonesia mengalahkan Denmark dengan 5-0, sedangkan Korsel menang tipis 3-2 atas Cina. Indonesia pun bertemu Korsel di final.

Final tanggal 29 Mei mendebarkan penonton yang memadati Istora. Indonesia langsung ketinggalan karena dua ganda yang turun pertama, tidak berkutik terhadap sergapan-sergapan pasangan Korsel. Eddy Hartono/Gunawan menyerah 9-15,15-8,13-15 dan Verawaty Fajrin/Yanti Kusmiati kalah 12-15, 6-15 dari Hwang Hye-young/Chung Myung-hee. Harapan kini tinggal di pundak Susy Susanti, yang ketika itu sedang menaik prestasinya.Namun, penonton harus lebih banyak tertegun. Setelah set pertama unggul 10-2, tiba-tiba Susy seperti kehilangan kendali. Lawannya, Lee Young-suk mulai bangun dan satu demi satu angka didapat. Setelah deuce Susy kalah 10-12. Harapan penonton benar-benar sirna ketika pada set kedua, Susy banyak membuat kesalahan dan kemudian ketinggal 1-10. Satu angka lagi, terbanglah piala itu ke Seoul. Ternyata yang dikhawatirkan tidak terjadi. Sudy pelan-pelan mulai menemukan bentuk permainan aslinya. Dengan sabar dia melayani permainan lawan dan satu per satu angka diperoleh. Ditingkah suara pelatih yang keras menghardik dari pinggir lapangan, Young-suk malah makin keteter. Setelah menyamakan 10-10 Susy menang 12-10.Waktu istirahat lima menit dipergunakan Susy sebaik-baiknya untuk mengevaluasi diri. Di kamar ganti lain, pelatih Korsel malah menghajar Young-suk dengan hardikan dan bahkan tamparan. Akibatnya ketika tampil lagi, dia sudah tidak berdaya dan kalah 0-11.

Posisi Indonesia-Korsel kini 1-2.Eddy Kurniawan kini tampil menghadapi Han Kok-sung. Tanpa banyak kesulitan, Eddy menang 15-4, 15-3. Penentuan kini pada Eddy Hartono/ Verawaty dan Park Joo-bong/Chung Myung-hhe. Eddy Hartono/Verawaty ternyata bisa membuat penonton Istora berteriak dan bertepuk tangan gembira. Mereka menang 18-13,15-3. Verawaty langsung bersujud di pinggir lapangan, bersyukur dirinya menang dan piala itu tidak direbut negara lain. Piala Sudirman pun pada pertama kali diperebutkan ini tidak terbang ke mana-mana. lan palmer menyerahkan Piala kepada Try Sutrisno.Posisi enam besar setelah selesainya kejuaraan ini adalah Indonesia, Korsel, Cina,Denmark, Swedia, Inggris. Inggris harus bertarung di kejuaraan berikutnya di divisi 2 sementara Jepang akan masuk divisi 1.

Sumber : Arsip Majalah Tempo

One response to “Indonesia Juara Piala Sudirman”

  1. Rio Avatar
    Rio

    Infonya bermanfaat sekali . Suka baca artikel tahun 70-90 an ny .

Leave a comment

Quote of the week

"People ask me what I do in the winter when there's no baseball. I'll tell you what I do. I stare out the window and wait for spring."

~ Rogers Hornsby

Designed with KlipStori.com